Asyiknya Nongkrong Sambil Santap Es Pocong

Oleh Agnes*

Apa yang ada dalam benak teman-teman saat mendengar kata pocong? Bisa jadi imajinisi Anda mengarah pada mahluk halus yang menyeramkan. Lalu bagaimana jika melekat kata es sebelum kata pocong, jadinya es pocong. Apakah Anda juga akan membanyangkan sebuah es yang diikat dengan kain kafan?.

Hahahaa, tentu tidak! Imajinasi anda jangan sampai sejauh itu. Es Pocong merupakan salah satu jenis kuliner yang terdapat di Jalan Margonda Raya,  daerah Kober, Depok. Lebih tepatnya lagi di depan gang Stasiun Universitas Indonesia (UI).

Nama itu memang sengaja diambil  oleh R. Ramadhani, Haris Firdaus, Hakim Moesthaf supaya menarik menarik. Selain itu,  lokasi mereka berada di wilayah Kober, Depok. Kober disebut juga sebagai kuburan oleh masyarakat sekitar. Maka menambah suasana seramlah dengan Es Pocong tersebut.

Nyata-nyatanya nama tersebut cukup menarik perhatian pengunjung. Lihat saja di balik plang bertuliskan ES POCONG secara kapital terdapat cukup banyak, apalagi jika malam tiba, peminatnya membludak. Harga yang murah meriah, sambil ngobrol berlama-lama di sana, siapa sih yang nggak mau?

Saat buku menu yang ada di meja, terdapatlah menu utama yang biasa dipesan oleh pembeli; es pocong, mendoan, serta campuran minuman ringan. Es pocong dan mendoan yang biasa dibeli. Es pocong adalah minuman ringan dengan campuran bubur sumsum putih di bawahnya, ditambah soda susu dan sirup warna merah layaknya darah serta taburan kue moci. Di atasnya, tidak lupa ditambah beberapa potongan es, biar makin dingin dan seger lho! Uniknya, entah mengapa minum es pocong membuat kita nggak bisa berhenti. Diseruput pelan-pelan sampai abis dan bikin hmm, enak banget. Jadi ketagihan deh!

Nah, bagi anda yang menyukai untuk diaduk es pocongnya, silahkan saja diaduk tapi jika anda ingin mencicipi setiap jengkal yang ada maka pelan-pelan merasainya. Rasanya manis, ditambah dengan bubur sumsum, maka akan membuat anda sedikit kenyang. Untuk mendoan, itu adalah tempe yang dipotong tipis sekali lalu diberikan tepung terigu serta racikan bumbu dari tempe mendoan tersebut. Rasanya, lezat banget apalagi jika dimakan ketika panas dan pastinya harus dicocol dengan sambal pedas ala Es Pocong.

Hari itu, saya memesan es pocong dengan mendoan iblis. Dari namanya saja sudah bisa bikin ngeri dan takut kan? Mendoan iblis. Seperti apakah mendoan iblis tersebut? Tampak luar, sepertinya pedas. Ketika saya mencicipi memang ternyata lumayan pedas. Jadi, mendoan iblis itu adalah dua buah tempo mendoan yang ditumpuk ditambah telor yang didadar di atasnya, lalu ditutupi dengan saos khas Es Pocong serta mayonaise dan ditambah pula dengan saos. Jadi, tambah pedas deh. Satu porsi mendoan iblis saja, sudah membuat perut kenyang. Apalagi jika anda ingin nasi tuyul. Pastinya, tambah kenyang juga!

Selain menu-menu di atas, masih ada es velvet, es setan merah, black magic, green goblin, voodoo, es sundel bolong, es kuntilanak, es violet, pinky. Untuk makanannya juga tersedi mie ronggeng, roti mohawk, jenglot, dan lain-lain. Tertarik? Segera cicipi kuliner yang satu ini. Bahkan pemerintah Depok menyebut es pocong ini sebagai salah satu ikon dari kota Depok. Selamat digerayangi hantu yah di Es Pocong..

*Penulis adalah kontributor angkringanwarta

REKOMENDASI Post Penulis