DPR dalam Soroton Netijen

Usai Pilpres 2014, suhu politik Indonesia seakan belum juga belum reda. Kali ini perseteruan dua kubu antara Koalisi Merah Putih Vs Koalisi Indonesia Hebat mengarah ke gedung DPR. Maka tak mengherankan jika akhir-akhir ini gedung Senayan tak pernah luput dari pandangan publik. Masyarakat menilai  anggota yang para anggota yang terhormat ini bukan mewakili suara rakyat melainkan suara partai yang penuh dengan kepentingan.

Lihat saja persidangan saat mereka memaksakan agar UU Pilkada oleh DPR. Sikap tersebut membuat tak tangal diam, melalui jejaring sosial twitter mereka melontarkan kekesalan. Tak hanya sebatas anggota DPR, nada kecewa juga menghujami Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinggap sebagai aktor paling berbakat dalam memerankan sandiwara.

Tagar #WelcomeMrLiar menduduki nongkrong di topik popular, sebelum #ShameOnYouSBY, #ShamedByYou, dan #ShamedByYouAgainSBY menjadi tranding. Kekesalan publik tak luput dari sikap fraksi Demokrat untuk walkout sehingga dianggap sebagai biang keladi atas disahkannya UU Pilkada oleh DPRD.

Padahal sebelumnya, SBY sempat kemunduran Demokrasi jika Pilkada dikembalikan ke DPRD. Pernyataan tersebut disampaikan melalui youtube.

Publik kembali dibuat kesal dengan sikap anggota DPR saat menentukan siapa yang akan menduduki kursi ketua. Masih melalui jejaring sosial, para Netizen menyebut kelakuan anggota DPR yang baru saja dilantik kampungan dengan hashtag #WakilRakyatKampungan.

Komenter miring terhadap DPR seakan tak pernah surut, terpilihnya Setya Novanto jadi Ketua DPR periode 2014-2019 yang didampingi Fadli Zon (Fraksi Gerindra), Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat), Fahri Hamzah (Fraksi PKS), dan Taufiq Kurniawan (Fraksi PAN).

Terpilihnya Setya membuat sejumlah pihak menyatakan kekesalan. Salah satu nada kesal disampaikan Ketua KPK Abraham Samad. Ia bahkan secara lantang menyatakan rasa kecewa dengan  terpilihnya Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto jadi Ketua DPR periode 2014-2019. Abraham mengisyaratkan kalau Setya bukan orang bersih sehingga tak pantas jadi Ketua DPR. “Sebenarnya KPK menginginkan Ketua DPR yang terpilih itu orang yang bersih dan tidak punya keterkaitan dengan kasus-kasus hukum,” kata Abraham lewat pesan singkatnya, Kamis‎ (2/10/2014).

Bagaimana kisah selanjutnya anggota DPR, apakah akan terus-meneruskan melahirkan kekecewaan terhdapa rakyat? Mengingat belum lama ini Fahri sempat menyatakan akan membubarkan KPK.

REKOMENDASI Post Penulis