“Jangan Pernah Minum Kopi Tubruk di Pasar Santa”

gayoJangan pernah mencoba kopi tubruk di kios kopi Gayo (Arabica) di kios Bies Kopi  jika tak ingin menyesal. Pasalnya, saat pertama kali lidah menyentuh secangkir kopi tubruk dengan harga Rp 10 ribu berhasil mengugah rasa, yang membuat  Anda tak akan pernah bosan untuk terus mengulang hingga tetes terakhir alias kecanduan.

Bila sudah demikian, besar kemungkinan Anda hanya bisa terbengong-bengong saat mengetahui tersisa hanya ampas kopi. Yups, setidak itu yang saya lalukan saat mencoba menikmati kopi Gayo di kawasan Pasar Santa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebagaimana diketahui, kopi asal Aceh ini memang mempunyai rasa dan aroma yang begitu khas sehingga sangat mudah akrab dengan pecandu kopi.

Pada awalnya, saya sempat termangu saat mendengar ajakan ngopi di Pasar Santa. Apa yang saya pikirkan sangat mungkin sama halnya dengan Anda semuanya perihal pasar. Yups, sebuah pasar sebagaimana pasar tradisional pada umumnya.

Pikiran tersebut lenyap begitu saja saat menjajaki lantai dua dan melewati setiap lorang yang ada, didapati deretan kios yang menjelama menjadi kedai kopi, makanan, dan juga warung buku. Setiap kios dipadati muda-mudi.

Masing-masing tengah asik bersendau gurau, memainkan laptop, berfoto ria sambil menikmati aneka minuman berbahan dasar kopi atau juga makanan kecil seperti kue ketan. Untuk lebih jelas bagaimana suasana lantai dua Pasar Santa, silakan untuk langsung mengunjunginya.

Menurut kabar yang beredar, perubahan Pasar Santa tak luput dari peranan dari ABCD (A Bunch of Caffeine Dealers) yang sungguh terkenal belakangan ini. Kafe ini mempunyai konsep yang cukup unik, yakni mereka tidak memasang tarif/harga pada menu kopi mereka, jadi bayar seikhlasnya. Dan, mereka ini juga buka hanya pada weekend dan hanya ketika ada persediaan kopi.

Ternyata cukup berhasil juga, apa lagi Pengelola PD Pasar Jaya Santa terus berupaya mengairahkan aktivitas perekonomian di pasar tradisional. Salah satunya dengan merangkul wirausahawan muda untuk menjalankan usaha kreatifnya.

Sebagaimana dikutip dari berita jakarata, Kepala PD Pasar Jaya Santa Bambang Sugiarto mengatakan dirinya mendukung komunitas ekonomi kreatif yang dimotori anak-anak muda. Lebih lanjut Bambang berharap agar masyarakat bisa datang ke Pasar Santa untuk menikmati kopi dan ciri khas lainnya.

 

REKOMENDASI Post Penulis