Duka Banjarnegara, Mengetuk Hati Untuk Korban Longsor

Cerita duka datang dari suadara-saudara kita di Banjarnegara, Jawa. Akibat longsor yang terjadi pada Jumat (12/12/2014) pukul 18.00 WIB tak hanya menyisakan kesedihan mendalam akibat ditinggal pergi selamanya orang paling dicintai. Korban selamat juga kehilangan tempat tinggal yang membuat mereka tinggal di pengusian.

Atas bencana yang terjadi, KMPLHK Ranita UIN Jakarta mengetuk pintu hati untuk mengulurkan tangan membantu korban longsor. Memberikan bantuan penuh keiklasan dapat disalurkan secara langsung pada acara penutup “SATU JAM BERSAMA KAMI PARA PETUALANG, TEMUKAN ARTI PETUALANG SEJATI.”

Sebagaimana pers rilis yang diterima, pada acara yang akan berlangsung pada pukul 15.00 WIB, Kamis, (18/12/2014)  bukan hanya diisi dengan gerakan amal untuk saudara-saudara kita di Banjarnegara, tapi juga berupa talk show mengenai hakekat sejati seorang petualang.

Dipandu para petualang, seperti Erwin Gumay (Penempuh Rimba ‘WANADRI’), Ika Zahara Qur’ani (Petualang Lingkungan), Eji Anugrah Ramadhan (Petualang Kemanuasian), dan Imung Hikma (Petualang Lingkungan dan Kemanusian) akan membantu dalam pencarian tentang makna sejati seorang petulang.

Sebuah arti petualang yang bukan sekadar gaya-gayaan menjelajah lantaran ikut-ikutan atau tergoda acara tv yang menayangkan keindahan alam Indonesia yang begitu eksotis. Penting juga para petualang mempunyai rasa empati terhadap alam, lingkungan, dan sesama mahluk hidup. Dengan begitu diharapkan menumbuhkan rasa bijak dalam menyikapi alam dan menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.

Penting untuk mempunyai rasa empati yang tinggi terhadap alam. Pasalnya, bencana yang kerap melanda bangsa Indonesia tak lepas dari sikap manusia yang menjadikan alam sebagai objek sehingga selalu mengeksploitasi tanpa mempertimbangkan efek yang akan terjadi.
Untuk informasi, silakan hubungi Landit (089 6660 11519)

REKOMENDASI Post Penulis