Selamat Hari Ibu, Kasih Ibu Tak Pernah Usang

Seorang ibu bernama Gandari (salah satu tokoh dalam ceritah Mahabrata) memberikan segalanya termasuk amalan berupa menutup mata sejak menikahi Dretarastra kepada anaknya, Duryodana.

Ibu Gandari ini tak ingin lagi mendengar kabar putra tertua menyusul 99 adik-adiknya yang tewas dalam medan pertempuran saat menghadapi Pandawa.   Untuk itu, ia bersedia melakukan apapun itu termasuk melawan kehendak dewa. Sepenggal cerita menyedihkan menimpa Gandari akibat ketamakan putra-putra yang ingin menguasai penuh kerajaan Kuru. Pada kisah tersebut pada akhirnya sesosok ibulah menanggung semua penderiaan.

Begitu besarnya kasih sayang yang ditunjukkan seorang ibu baik terhadap suami dan juga anak-anaknya. Sebuah kasih sayang yang tak akan tuntas dikisahkan atau cukup dinyanyikan apalagi hanya sekadar memposting ucapan selamat hari ibu yang jatuh pada senin, 22 Desember. Sangat sulit membalas semuanya.

Pada peringatan ini, sudahkan mengucapkan terimakasih atas semuanya pengorbanan yang diberikan seorang ibu. Sungguh sayang, jika bukan ucapan terimakasih yang didapat melainkan celaan atau ancaman dan tuntutan sebagaimana yang marak diberitakan sejumlah media massa, perihal perlakuan anak terhadap ibu kandungnya yang membuat seorang nenek Fatimah berurusan dengan hukum.

Perempuan berusia 90 tahun ini digugat anak keempatnya bernama Nurhana dan suaminya, Nurhakim dengan gugatan Rp 1 miliar. Malang benar nasibnya, diusianya yang senja, janda 8 anak yang hanya ingin hidup tenang dan nyaman dengan menghabiskan waktu bermain dengan cucu-cucunya malah mendapatkan kenyataan pahit. Ia mesti berurusan dengan hukum dengan tuduhan telah melakukan penyerobotan tanah dan penggelapan sertifikat tanah.

REKOMENDASI Post Penulis