Netizen Kecewa dengan Penunjukan Budi Gunawan Sebagai Kapolri

Sejumlah netizen melalui akun Twitter berkicau  soal beredar surat penunjukan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri pengganti Jenderal Sutarman. Dalam isi surat yang  bernomor R-01/Pres/01/2015 tersebut tertanggal 9 Januari 2015. Perihal: pemberhentian dan pengangkatan Kapolri , meminta persetujuan terhadap rencana pemerintah untuk mengangkat Komjen Budi Gunawan Menjadi Kapolri yang baru dan memberhentikan Jenderal Sutarman.  “Ya, betul,” uja‎r Seskab Andi Widjajanto, sebagaimana dikutip Detik.com

Para nitezen mempertanyakan keputusan Jokowi mengakat Budi Budi Gunawan sebagai Kapolri, bahkan terdapat kicauan yang menyatakan menolak secara tegas. “Tolak Budi Gunawan sebagai Calon Kapolri karena terlibat rekening gendut, “ kicau Ulin Yusron melalui akun ‏@ulinyusron.

Ungkapan rasa kekecewaan dikicaukan Partai Social Media ‏@PartaiSocmed. “Akhirnya presiden pilih BG sebagai kapolri baru. Meski sudah diprediksi tapi tetap saja mengecewakan,” kicaunya.

“Budi Gunawan ini dulu ramai disebut2 sebagai salah satu perwira yang memiliki rekening gendut,” kicaunya lagi.

Terkait soal rekening gendut,  tempo.co menuliskan kembali berita yang dikeluarkan majalah Tempo. Dalam majalah tersebut disebutkan kekayaan Budi yang mencapai Rp 4,6 miliar pada 19 Agustus 2008. Budi Gunawan dituduh telah melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.

Budi Gunawan terakhir kali menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 26 Juli 2013 nilainya mencapai Rp 22,6 miliar. Adapun laporan harga kekayaan Budi Gunawan sebelumnya pada 19 Agustus 2008 sebesar Rp 4,6 miliar.

Dalam laporan terbaru, harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan tercatat bernilai Rp 21,5 miliar. Padahal pada laporan yang lalu hanya sekitar Rp 2,7 miliar. Adapun harta bergerak milik Budi Gunawan sekitar Rp 475 juta yang terdiri atas dua unit mobil Mitsubishi Pajero dan Nissan Juke.

REKOMENDASI Post Penulis