Sajak-Sajak Rivai Apin

Inilah  sajak-sajak  karya Rivai Apin, merupakan seorang pujangga kelahiran Padang Panjang , 30 Agustus 1927 merupakan salah tokoh  yang hidup satu angkatan dengan  Chairil Anwar.   Dalam salah satu sajakya, ia pun mempersembahkan kepada  Chairil Anwar, yang berjudul   ‘Orang Penghabisan’.

Adapun berikut ini, kami cantumkan kembali dua sajak karya beliau yang pernah dimuat  majalah Pujangga Baru thn x vol 5 hal 8, 9 1948

ORANG PENGHABISAN
Untuk Chairil Anwar

Aku menyerah dengan seluruh kekayaanku:
Kekinian dan ke akanan. Pada kursi panjang
Di kamar terang samar pada senja
Dengan rokok berkepulan di tangan.

Hari-hari aku jadikan pura dari kelaluan
Dan sekali-kali aku akan tertawa dan tersenyum sendirian.

Tiap hari-hari mati membenamkan aku
Ke dalam benda-benda yang berlapukan dan berdebuan
Tapi, sehabis kuap yang penghabisan, aku taku
Kepala akan berteleng dan
mulut yang meliang dengan bibir yang berat bergantungan
Akan keluar penyesalan: Hari-hari baru hanya cemooh keterlaluan.

PERISTIWA

Malam membenamkan aku ke gang-gang
Dan dari aku, dia tidak akan dapat tantangan.
Aku tahu, kapal-kapal telah berangkat
Dan tidaklah akan kukejar ini kepergian.

Aku tadi juga di tangga dan di telingaku membising:
Orang bersuit-suitan dan menyoraki,
Tapi satu kilat memutuskan:
Aku kembali ke tengah mereka.

Benciku, yang melendir di mulut kuludahkan ke kapal yang tak kena
dan satau ombak kecil enak saja membawa ludahku lari

Sekilas mengenai Rivai Apin berhasil menorehkan beberapa puisi.   Kumpulan puisi ‘Tiga Menguak Takdir (1950)’ adalah tulisan bersama yang dianggitnya bersama Chairil Anwar dan Asrul Sani. Beberapa karyanya antara lain, Gema Tanah Air (1948), Dari Dunia yang Belum Sudah (1972) dll.

REKOMENDASI Post Penulis