Kau dan Hujan

*Oleh `Riries Herdiana

PrintAku hanya dapat menitip salam rindu disetiap rinai hujan yang menyapa
Aku hanya dapat mengenangmu diantara titian mimpi
kau hanya fatamorgana di ruang hampa yang tak pernah terjamah olehku
Kau dan hujan, membawaku kepada ingin yang lebih beku dari rasa ingin

Hujan kerap meminangku untuk kembali mengingat dirimu
Sekelumit duka kembali hadir bersama jarak dan waktu
Aku pun tak pernah tahu seperti apa rupaku dihadapanmu
Hingga kecewa meniadakan secerca senyum dipenggalan hari yang sepi

kau dan hujan selaksa angan buta yang terjatuh dipenghujung senja
Aku membisu diantara aksara yang terserak
Aku membeku diantara endapan rasa pada relung rindu
Kau dan hujan, hanya sepenggal kisah dalam jiwa yang kuteteskan pada tinta keabadian cinta

 

Pungguk Merindukan Bulan

Aku terdiam dibawah hamparan putihnya cahaya
Jiwa bersengketa dalam percik angkara yang bersembunyi direlung buana
Rindu akan dirimu begitu riuh menghujami ruang hati
Ribuan kali kutembus sinar harapan hingga kembali kupadamkan api kegelisahan

Aku bagai pungguk merindukan bulan
Aku bagai nelayan kehilangan sampan
Nestapa menelikung langkah hingga kuterjatuh ditempat bernama entah
Dan aku hanya mampu mencatat derita yang tak pernah bahagia akan cinta

Kau lelaki yang senantiasa hadir dicakrawala mimpi
Ku hanya mampu menuliskan segala tentangmu dalam catatan bisu
Aku membiarkan kau mengalunkan gemersik ratapan cinta yang memahit rasa
Dan aku masih setia memahatkan namamu diantara bebatuan rindu

*Penulis adalah pemilik akun @ririesristia 

REKOMENDASI Post Penulis