Inilah Saran Buya Syafii atas Curhatan Jokowi

Persiden Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi curhat ke mantan ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif. Dalam pertemuan yang berlangsung selama 45 menit, Jokowi mencurahkan beragam persoalan banga dari perombakan kabinet (reshuffle), isu pemberantasan korupsi, dan Papua.

Mendengarkan curhatan Jokowi, pria yang kerap disapa Buya Syafii memberikan sejumlah masukan untuk Jokowi. Menurutnya, mantan Gubernur DKI harus melakukan perombakan kabinet mengingat kondisi saat ini. “Jejak rekam selama delapan bulan kan tidak banyak perubahan, ekonomi Indonesia mundur, dunia juga begini, produk domestik kita juga menurun harganya, karet, sawit, tambang, itu juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi kita rendah,” kata dia, seperti dilansir tempo.co, di Istana, Senin, 29 Juni 2015,

Sebagai pengganti, Buya Syafii menyarankan agar Jokowi memiliki menteri yang bermental kuat dan petarung serta punya visi ke depan untuk memperbaiki kinerja kabinetnya. “Tadi saya sampaikan pada presiden, carilah pembantu yang punya pandangan jauh ke depan (visioner),” kata Syafii Maarif.

Sedankan persoalan KPK, Buya Syafii Ia juga tak mempermasalahkan wewenang KPK dalam melakukan penyidikan dan penyadapan. Hanya saja, kinerja KPK perlu diawasi mengingat kewenangannya begitu luas dan untuk menghindari penyalahgunaan wewenang tersebut oleh oknum internalnya.

Untuk itu, ia menyarankan agar  dibentuk tim pengawas yang bertujuan mengawasi kinerja KPK. “Supaya KPK enggak terlalu besar kepala, ada tim independen untuk mengawasi kinerja,” paparnya.

Isu lain yang dibahas oleh Jokosi saat menerima Buya Syafii adalah mengenai pembangunan di Provinsi Papua. Pembangunan Papua menjadi isu penting karena dana besar yang telah dialirkan ke daerah tersebut tidak membawa dampak signifikan. “Papua ini kan juga dana yang diturunkan pemerintah pusat sudah Rp 35 triliun, tapi itu tidak menetes sampai ke bawah. Elite di sana itu bukan untuk rakyat, ini persoalan,” ujarnya.

REKOMENDASI Post Penulis