Gotot Prakosa, Punggawa Karya Ekspremintal

meta-ekologi-1Berapa manusia tenggelam dalam kubangan lumpur. Tak lama, mereka bangkit dan bergerak. Tubuhnya berselimut lumpur. Membentuk sebuah koreografi. Selama 14 menit, video memperlihatkan gerak-gerak simbolis para manusia lumpur. Tubuh-tubuh tersebut memperlihatkan kebersatuan manusia dengan alam. Adegan tersebut tergambar dalam video meta ekologi.

Video meta ekologi merupakan salah satu video Gotot Prakosa yang diputar di kineform. Kineforum menayangkan pemutaran kompilasi Karya Gotot Prakosa selama enam hari (3,4,5, 10, 11, dan 12 Juli). Pemutaran ini dikhususkan untuk memperingati Gotot Prakosa yang meninggal di bulan Juni. Beberapa video yang diputar antara lain : dialog (1975), meta-meta (1975), implus (1976), jalur (1977), meta ekologi (1979), genesis-genesis (1981), A=Absolut, Z=Zen (1983), dan Wahjoe and His Works (1989).

Ada kesamaan dalam beberapa video Gotot Prakosa tersebut, yakni eksperimental. Gotot dikenal sebagai punggawa karya eksperimental. Dia piawai memainkan tenik animasi, seni, koreografi. Semisalnya pada dialog dan jalur.

Dialog memperlihatkan beberapa jenis buah yg terdapat dalam mangkuk. Buah-buahan tersebut saling bergerak, seolah-olah sedang berdialog. Video ini berdurasi 3 menit dibuat tahun 1975. Video jalur memperlihatkan perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Layar memperlihatkan mobil-mobil yg bergerak. Fokus layar tak cuma satu mobil, tapi mobil-mobil dalam jalur tersebut. Video bergerak lambat, menuju cepat, dan semakin cepat. Mengabaikan segala disekitarnya. Hanya terlihat jalur hingga sampai tujuan. Jalur seperti bermeditasi.

Tak cuma bereksperimen dengan animasi dan film pendek, bersama eros jarot, dia mengerjakan film dokumenter musik kantata takwa. Film kantata takwa bereksprimen dengan berbagai unsur teatrikal, diselingi cuplikan konser akbar “Kantata Takwa” tahun 1991 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Aksi teatrikal, adegan muksikal, dan potongan konser saling jahit-menjahit membentuk film dokumenter yang apik. Isinya pun tak sekedar rekaman privat para personil kantata takwa, tapi rekaman ingatan kolektif para personil kantata takwa atas bangsanya.
Atas karya-karyanya tersebut, tak heran jika Gotot Prakosa didapuk sebagai punggawa karya-karya eksprimental.

REKOMENDASI Post Penulis