AADC 2, Hadiah untuk Perfilman Indonesia

Ada apa dengan cinta?

meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

Ada apa dengan cinta?
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu, itu saja

Itulah sepenggal puisi ciptaan Rangga untuk Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC). AADC merupakan film fenomenal di tahun 2002 dengan sukses meraih dua juta penonton di bioskop. Film ini bercerita mengenai asmara Cinta dan Rangga. Mereka bertemu karena ketertarikan yang sama dengan puisi. Kisah asmara mereka tertunda karena Rangga berangkat ke New York sehingga film ini meninggalkan ending ‘abu-abu’.

Setelah 13 tahun berlalu sejak AADC tayang di bioskop pada 2002, kisah Rangga dan Cinta ini akan kembali dilanjutkan dalam sekuel film AADC 2. Bertepatan dengan ulangtahunnya pada 8 Agustus Mira Lesmana memastikan bahwa AADC 2 akan masuk produksi di bulan Oktober tahun ini. Rangga tetap diperankan Nicholas Saputra dan Cinta tetap diperankan Dian Sastrowardoyo. Berbeda dengan film AADC sebelumnya yang disutradarai Rudi Soedjarwo, untuk sequelnya posisi sutradara dipegang oleh Riri Reza.

Pada masanya, film ini unik karena keberaniannya bereksplorasi dengan untaian puisi. Puisi merupakan roh film ini. Oleh karena itu, bait-bait indah puisi akan kembali terdengar dalam AADC 2. “Masih akan terdengar puisi Rangga di AADC 2,” ujar Mira dalam acara Popcon Asia di Jakarta Convention Center.

Selain puisi, film ini juga dikenang karena musik latarnya. Lagu latar AADC sangat mewakili emosi keseluruhan film, seperti lagu ku bahagia di awal film dan lagu berjudul Ada Apa Dengan Cinta. Riri Reza memberi penekanan lebih untuk soundtrack music. Baginya musik selalu menjadi bagian penting dari film dan menjadi penanda zaman. Dia berargumen, “kita ingin cerita dan perasaan emosional para tokohnya bisa terlihat dengan musik, tapi kita juga ingin dengan kebaruan. Kami ingin musik ini bakal dikenang digenerasi selanjutnya.” Oleh karena itu, penata musik kembali diserahkan kepada Melly Goeslow dan Anto Hoed yang telah memenangkan Piala Citra untuk tata music terbaik di film AADC.

AADC 2 akan mengambil latar di 3 tempat, yakni Newyork, Yogyakarta, dan Jakarta. “Karena Rangga ke New York pasti latar New York. Jogja dipilih perkembangan budaya pop di sana. Jadi New York dan Jogja akan menjadi warna yang menarik di AADC 2, selain juga dimana kita tinggal sekarang (Jakarta),” ungkap Mira Lesmana.

Mira mengatakan niatan membuat AADC 2 muncul dalam rangka merayakan ulang tahun perfilman Indonesia. “Pada 30 Maret 2015, saat ulang tahun perfilman Indonesia saya memberikan ucapan selamat dengan merilis logo AADC yang mirip angka 2,” tandas Mira. Jadi, film AADC 2 merupakan hadiah untuk dunia perfilman Indonesia. (Citra)

REKOMENDASI Post Penulis