Penertiban, Pedagang Main Kucing-kucingan

pedagang
Pedagang Koran

Jerry pun berlari begitu cepat saat mendapati Tom. Agar terhindar dari kejaran Tom,  ia pun melakukan beragam trik termasuk sedikit nangkal demi tak tertangkap.

Gambaran hubungan Tom and Jerry dalam film kartun ini tak ubahnya jalinan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan para pedagang di kawasan Stasiun kota tua.

Para pedagang seperti tengah bermain kucing-kucingan dengan Satpol PP. Berbagai upaya mereka lakukan agar  barang daganganya tak kena sitaan.

Misalnya saja, mereka  menyumbunyikan barang dagangan ke dalam tas. Bagi Umar salah satu pedagang koran, cara demikian  jauh lebih aman ketimbang buka lapak atau keliling sambil menenteng koran.

Saat ini, lanjutnya, ia hanya bisa duduk sambil mengisap rokok sambil mengamati sekeliling.  Jika terlihat seorang pelanggan, maka ia akan segera menghampirinya lalu menyerahkan koran. “Yang beli kebanyakan pelanggan,”ujar pria  yang sudah mengaku  puluhan tahun jualan koran, Sabtu (19/9)

Ia juga sesekali berteriak koran kepada siapa saja yang  melintasi teras stasiun. Memang cara demikian, lanjutnya,  bakal mengurangi  pendapatan. Penghasilannya  akan jauh berkurang tak seperti membuka lapak atau  seperti dulu-dulu.

“Kan, sekarang sudah enggak boleh jualan di stasiun, enggak seperti dulu yang masih bebas bahkan dapat berjualan di dalam gerbong. “Ya sudahlah, mau gimana lagi. Kalau dipikirin malah bikin stress, saya mah ngalir aja,” katanya.

Saat kami asyik ngobro, tiba-tiba terlihat para pedagang berlarian sambil menentang barang dagangan.  Ada juga berlari mendorong gerobak melintasi pagar parkiran. Mereka sudah tak peduli lagi siapa yang sedang dilayani, terpenting barang dagangan jangan sampai disita.

Wajah-wajah panik kian nampak puluhan orang berseragam coklat berdatangan dengan diiringi dua mobil, satu mobil boks dan satu mobil truk. “Barang-barang ini disita lalu dimasukan ke gudang, saya hanya menjalankan penertiban. Mereka (pedagang) sudah mengetahuia bahwa kawasan ini dilarang untuk berjualan,”ujar salah satu anggota Satpol PP.

Tak sampai hitungan jam, dua mobil tersebut telah penuh dengan barang-barang. Para anggota Satpol PP berlalu begitu saja.

Di luar dugaan pedagang, anggota Satpol PP turut menyita barang yang disembunyikan di balik pagar pembatas parkiran dan jalan raya. “Biasanya kalau sudah di dalam pagar enggak diangkut. Sekarang kok diangkut,” ujar salah satu pedagang.

Ia mengaku sudah mengetahui larangan berjualan sudah dari jauh-jauh hari. “Belum pindah jualan, yak belum tahu mau jualan dimana. Enggak enak jualan kaya gini. Selalu dikejar-kejar, tapi mau gimana lagi. Ini udah jadi resiko,” imbuhnya.
Ia pun hanya bisa pasrah melihat barang dagangan yang diangkut lalu dimasukkan dalam mobil.

Suasana hening berlalu. Satu-satu pedagang kembali memenuhi halaman stasiun. Bagi mereka berhasil menyelamatkan barang dagangan maka kembali melanjutkan dagangannya.

Sambil mencoba melayani pembeli, para pedagang masih panik. Hal demikian terlihat dari pandangan matanya yang sebenatar-bentar melirik kanan-kiri untuk memastikan apakah Satpol PP akan kembali lagi. Setiap ada satpol PP, maka bagi siapa saja sesame penjual akan berteriak-teriak.

REKOMENDASI Post Penulis