Ada Teguh Karya dalam FFI 2015

Malam penghargaan piala citra dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2015 baru saja berakhir. Sepanjang FFI 2015, terlihat Teguh Karya. Namun, bukan sosok fisiknya yang hadir dalam acara tersebut, tapi kenangan terhadap teguh karya dimunculkan sepanjang perhelatan FFI 2015 dengan mengangkat tema “Tribute To Teguh Karya”.

Menurut ketua FFI 2015 Olga Lidya pengaruh Teguh karya dalam perfilman Indonesia tidak dapat dilupakan. Oleh karena itu, FFI 2015 akan menjadi aging mengenang dan penghormatan kepada teguh karya. “Teguh adalah tokoh sineas penting, belum tentu sineas muda mengenal sosoknya. Oleh karena itu, dengan keberadaan film-film Teguh Karya dalam FFI tahun ini, diharapkan sineas muda akan semakin mengenal sosok almarhum sineas legendaris itu,” ujar Olga pada berapa kesempatan.

Malam pengumuman nominasi FFI 2015 menjadi ajang reuni 17 sineas kawakan didikan mendiang sutradara film dan teater Teguh Karya. Acara pengumuman nominasi disisipi sesi ‘Tribute to Teguh Karya’ dengan menghadirkan beberapa anak didik teguh karya di atas panggung. Slamet Rahardjo, Christine Hakim, Rina Hasyim, El Manik, Rima Melati, Niniek L Karim, Roy Marten, Ayu Azhari, Eros Djarot, Ria Irawan, Yessy Gusman, Henky Sulaiman, dan lainnya memeriahkan panggung nominasi FFI 2015 di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, pada 12 November 2015.

Selain itu, sepanjang perhelatan FFI 2015, Sutradara teater dan film legendaris Teguh Karya mendapat penghargaan khusus sebagai penghormatan pada karya-karyanya. Salah satu program FFI 2015 untuk mengenang Teguh Karya ialah menggelar acara nonton bareng empat karya pilihan sineas yang meninggal dunia pada 2001 silam itu. Baik yang sutradarai maupun dibintanginya dalam periode 1974-1988. Empat film yang akan diputar, yaitu Cinta Pertama (1974), Doea Tanda Mata (1984), November 1828 (1978) dan Pacar Ketinggalan Kereta (1988). Film diputar dari 16-20 November tiap pukul 19.00 WIB di dua bioskop. Bioskop XXI Plaza Indonesia lantai 6 Studio 4 dan bioskop XXI Taman Ismail Marzuki bioskop 3.

Di XXI Taman Ismail Marzuki Pemutaran dibuka oleh Cinta Pertama pada 16 November. Kemudian dilanjutkan film Doea Tanda Mata’pada 17 november, November 1828 pada 19 November, dan pada 18 November ditutup dengan film Pacar Ketinggalan Kereta. Sementara itu, di XXI Plaza Indonesia keempat film disajikan secara bergiliran sesuai jadwal. Acara ‘Nonton Bareng Film Teguh Karya’ ini diputar secara gratis.

Tak ketinggalan, pada malam puncak penghargaan Piala Citra di sela sesi pengumuman pemenang ada beberapa pementasan yang berhubungan dengan karya sang Maestro. Salah satunya, pementasan teatrikal. Tentunya pementasan musik pengiring film-film Teguh Karya seperti lagu Badai Pasti Berlalu. Malam puncak penghargaan Piala Citra 2015 ini diselenggarakan di Tanggerang Banten, mengingat Teguh Karya lahir di Pandeglang Banten.

REKOMENDASI Post Penulis