Curhatan Bisnis, Informasi itu Penting Sebelum Anda Menyeburkan Diri

Ini merupakan kisah dari salah satu klien baru boleh kaosan yang ingin mencoba bisnis alias belajar bisnis kaos alias distro. Namun, sayang rencana awal tak sesuai dengan harapan, orang tersebut  merasa kecewa dengan toko bahan dan juga konveksi kaos sebelumnnya.

Kisah ini sengaja ditulis bukan bermaksud menjelek-jelakan siapapun, tapi bagaimana kita saling berbagi informasi dan belajar.

Yups. semoga saja kisah ini dapat bermanfaat buat teman-teman yang ingin terjun dalam dunia bisnis kaos atau hal-hal yang lainnya.

Sebelum membahas kisah orang tersebut, ada baiknya memperkenalkan diri apa itu boleh kaosan agar kisah orang tersebut akan mudah dimengerti. Boleh kaosan merupakan salah satu konveksi kaos yang berada di Ciputat.

Namanya juga konveksi tentu berkaitan dengan pembuatan kaos sesuai pesanan, entah itu kaos kerah, kaos oblong, kaos raglan, kaos sablon, kaos bordir untuk segala macam keperluan termasuk orang yang ingin menjalankan bisnis kaos layaknya distro.

Baiklah cukup sampai disini acara perkenalannya. Mari kita kembali pada niatan awal, yakni berbagi kisah perihal klien boleh kaosan.

Singkat cerita, orang tesebut datang bersama seorang teman dengan mengendarai sepeda motor matic, tepat di pertengah setang dan depan jok terdapat dua buah karung. Satu karung berupa kain warna hitam bahan yang sudah dipotong dan satunya masih bahan hitam, namum  belum dipotong.

Kehadrinya sudah pasti langsung disambut. Sebagai tuan rumah yang baik, saya mempersilakan mereka untuk duduk lalu menawarkan minuman. Kopi merupakan salah satu menu yang selalu saya tawarkan kepada siapa saja yang datang ke boleh kaosan.

Obralan pun mengalir cukup lama. Dari begitu banyak kata-kata yang terlontar dapat dipahami maksud kedatanganya ke boleh kaosan.

ia mengaku datang-datang jauh-jauh dari Cengkareng, dekat Bandara, Jakarta Barat ingin meminta tolong dibuatin kaos dengan bahan dari dia.

Lebih lanjut, orang tersebut mengaku, sebelumnya telah mendatangi konveksi kaos dan ini baru ini hasilnya berupa beberapa potongan bahan. Sudah terlalu lama enggak jahit-jahit, akhirnya diputuskan untuk diambil lalu dilempar kepada orang yang bersedia.

Mendengar permintaanya, saya langsung melihat bahan yang dibawa. Hasil pengamatan saya dengan dibantu meteran, bahan potongan tersebut ternyata masih butuh diperbaiki  dan ini terbukti setelah patner kerja saya alias tukang jahit mengeksekusi bahan tersebut.

Saya berlanjut pada bahan yang belum sama sekali disentuh.  Hal ini sengaja dilakukan guna memberikan keterangan, minimal memberikan gambaran kira-kira kaos yang bakal jadi. Melihat ukuran lebah bahan dan juga berat bahan, saya sudah dapat memberikan gambaran bahwa hasil olahan berupa kaos ada besar kemungkianan enggak bisa jadi banyak. Soalnya, ukuran lebar bahan tersebut hanya bisa jadi satu kaos saja.

Hal selanjutnya yang tak kalah penting adalah memberikan keterangan perihal jenis bahan catton combed. Sebab, dia bukan orang pertama kali yang datang ke boleh kaosan dengan membawa yang masih diragukan benar atau tidaknya cotton combet.

Saya meminta tolong patner boleh kaosan  untuk mengambil kaos hasil produksi boleh kaosan. Tujuanya, agar ia bisa membandingkan bahan kaos yang saya punya dengan bahan yang dibawa jauh-jauh dari Cengkareng.

Ia pun mengkui, bahan yang saya punya lebih lembut ketimbang bahan yang ia punya.  “Kok bisa bang, bahan punya abang jauh lebih lembut ketimbang pada punya saya. Padahala sama-sama catton combet 30s ?” sebuah pertanyaan yang sebenarnya agak gampang-gampang sulit dijawab.

Saya pun menyarankan untuk mengetahui jenis cotton combet atau bukan adalah dengan cara dibakar. Kalau catton combet maka akan habis terbakar dan abu lembut. Kalau abu agak kasar itu jenis bahan cardet dan jika ternyata seperti membaka plasti maka itu jenis PE alias campuran pelastik.

Jika diperbolehkan untuk menyimpulkan dari kisah tersebut,

1. Informasi itu penting maka carilah informasi sebanyak mungkin sebelum teman-teman benar-benar menyeburkan diri dalam bisnis.

2. Usai mendapatkan begitu banyak informasi, Anda sendiri yang membuktikan kebenaran informasi tersebut.

3. Percaya boleh-boleh saja, tapi Anda juga mesti ikut terlibat setidaknya menayakan perihal sudah sejauh mana produksi Anda, tapi ingat jangan terlalu bawel.

4. Jika ada yang mudah mengapa mesti dipersulit, jika Anda menyerahkan sepenuhnya produksi pada ahlinya mungkin peristiwa yang saat ini menimpa Anda tak akan pernah terjadi.

5. Orang bijak bukan hanya taat pajak, tapi juga mengambil hikmah dari segala macam peristiwa.

6. Selanjutnya saya serahkan kepada teman-teman untuk menyimpulkan sendiri dari kisah yang telah menimpanya.

REKOMENDASI Post Penulis