Curhat Bisnis, Belajar Fokus

Sebagaimana yang telah saya janjikan pada curhatan sebelumnya perihal bisnis jalan di tempat, saya akan membahas perihal bagiamana bisnis efektif? Dan pada curhatan yang terjadi pada malam Minggu, telah disepakati penyakit yang selama ini diderita adalah terlalu banyak obrolan nol aplikasi sehingga kita akan pernah belajar fokus sama apa yang hendak dijalankan.

Hal itulah yang sepertinya menjadi kendala atas apa yang kami alami selama ini, maklum diagnosa asa-asalan. Maka tak mengherankan, jika kami merasa apa yang telah dijalani selama ini hanya berkutat disitu-situ saja. Maka tak mengherankan jika pada akhirnya bisnis yang telah dibangun ini hanya jalan di tempat saja.

Berguru pada blogger, didapat sebuah catatan yang berisikan bagaimana bisnis efektif ada dua:

1.Fokus

2.Tahu kapan berhenti

Baiklah saya akan mencoba belajar dari yang pertama, fokus. Mulai dari berani memutuskan dan berjalan dengan apa yang telah diputuskan. Saya akan memuluai dari sebuah kutipan biar agar terkesan keren, kutipan yang didapat dari seorang blogger dengan mengatakan ketakutan raja bela diri, Bruce Lee.

Murid dari  Yip Man, guru aliran kungfu Wing Chun mengkaui bahwa dirinya merasa takut jika menghadapi seorang yang hanya mempunyai satu jurus, tapi dilakukan secara berulang kali sampai 10.000 kali.  “Saya tidak takut dengan orang yang mengusai 10.000 jurus tapi hanya ia latih satu kali. Saya lebih takut dengan orang yang mempunyai 1 jurus tapi ia latih selama 10.000 kali,” katanya.

Terbayang bukan, begitu membosankannya melakukan hal itu-itu saja sampai 10.000 kali. Sebagai gambaran, bagi teman-teman yang pernah menonton film ‘Karete Kid’ terliahat jelas seorang anak yang diperankan  Jaden Smith saat dilatih Jackie Chan.

Kalau pun saya berperan menjadi Jaden Smith pasti bakal marah-marah saat mengetahui, belajar kareta hanya memakai jaket lalu melepasnya. Ternyata hal sederhana tapi hasilnya, ia berhasil sebagai pemenang dalam sebuah kompetisi.

Baiklah, saya akan mencoba benar-benar fokus menjalankan semua rutinitas untuk mencapai sebuah hal yang besar. Fokus berjalan pada sebuah jalur yang telah direncanakan dengan segala macam hambatan atau bahasa lebih kerenya perencanaan bisnis.

Selanjutnya adalah Tahu Kapan Berhenti

Saat berjalan pasti ada kalanya berhenti entah itu untuk istirahat untuk sejenak melihat ke belakang apa yang telah dilakukan, benarkah selama ini saya menjalankan bisnis ini sesuai dengan jalan yang telah direncanakan. Ya adakalanya fleksibel saja.

Jadi kapan waktu untuk berhenti, masih dalam catatan blogger tersebut ternyata ada tiga:

a. Berhenti saat bisnis Anda tidak berjalan dengan semestinya
kalau ada kutipan tokoh biasanya lebih keren, jadi agar artikel terlihat lebih gimana, saya akan mengutip salah satu tokoh keren dalam bisnis Kiyosaki
“Anda tidak bisa menambal ban mobil Anda yang bocor pada waktu mobil Anda berjalan,” ujarnya.

Saat saya mengetahui bisnis yang telah saya jalani ini ternyata mengalami kendala atau berjalan tak sesuai dengan yang direncankan. Maka saya berhenti sejenak untuk memperbaiknya. konsep sederhana sebagaimana ungkapan yang telah saya kutip tadi, sangat sederhana,  mengetahui kendaraan Anda bocor. Proses penembalan selesai, silakan Anda melanjukan perjalan.

Ingat tetap melanjutkan perjalan dengan kondisi ban bocor sangat berbahaya. Begitu juga dengan bisnis saat, melanjutnya dalam kondisi yang sakit bisa bertambah sakit atau bahkan bangkrut.

b. Berhenti saat bisnis Anda memang tidak bisa dilanjutkan

Ada dua bisnis yang benar-benar tak bisa dilanjutkan, pertama hasilnya tak sesuai dengan diharapkan meskipun telah berjuang sebaik mungki. Jika diumpamakan ban bocor, Anda tak bisa menambal ban tersebut, tapi yang harus Anda lakukan adalah mengganti ban baru.

Selanjutnya, bisnis yang populeritasnya telah meredup. Dalam bisnis ini kasih contoh adalah bisnis  batu akik, bisnis tanaman gelombang cinta. Binis tersebut berhenti lantaran trendnya sudah lewat.

c. Berhenti pada saat Anda sudah berhenti

Inilah yang menjadi tujuan saya dan teman. Berhenti jika kendaraan telah sampai tujuan. Saya akan berhenti kalau memang telah mencapai tujuan, yakni bisnis telah berjalan dengan lancar dengan sistem yang kuat dan terdapat orang-orang yang telah menjalankan itu semua.

Saat itu terjadi, maka saya akan pensiun dari segala macam aktivitas yang selama ini dilakukan membiarkan orang lain yang melakukan aktivitas yang selama ini saya lakukan.

Kurang lebih begitulah, udah mentok maka saya putuskan untuk dicukupkan dahulu, lain kali sambung lagi. Mudah-mudah saya bisa menerepaknya dan semoga bermanfaat buat teman-teman lainnya.

 

 

 

REKOMENDASI Post Penulis