Curhat Bisnis: Cara Bangun Brand Image?

Mungkin lagi asik-asiknya curhat soal bisnis maka tak mengherankan jika pembahasannya seputar itu-itu saja, pokoknya enggak jauh-jauh ama dengan bisnis. Kali ini, saya mencoba memaksakan diri untuk mengawalinya dengan bisnis yang saat digeluti maka jangan heran jika artikel ini kurang fokus atau terkesan bertele-tela.

Namanya juga curhat, teman-teman juga kerap mendengar orang curhat sampai berjam-jam lamanya atau semalam suntuk padahal jika ditariknya pada intinya orang tersebut sedang galau lantaran diputus cinta.

Baiklah, saya adalah seorang yang menggeluti dunia jasa sablon dan konveksi kaos di Ciputat, bisa Anda lihat di www.jasa-sablon.com . Dalam menjalankanya, saya dibantu beberapa patner serta beberapa tukan jahit kaos polos dan terkadang teman-teman tukang sablon manual.

Lambat laun, seorang teman yang merupakan tukang sablon menyarankan agar saya menyediakan kaos polos cotton combed 24s. Paling tidak ini bisa menjadi solusi bagi tukang sablon yang ada di Ciputat, Jakarta dan sekitarnya.  Saran berlanjut pada pembahasan-pembahasan teknis seputar modal bahan baku, pemasaran dan tak kalah penting adalah bagaimana membangung Brand Image?

Jika dicatat maka bisa dikatakan sudah bertumpuk gagasan seputar rencana kaos polos cotton combed 24s. Oke, untuk sumber dana tak perlu dibahas mengingat harga bahan baku yang terus melambung  sedangkan keuangan masih minim,lalu mau apalagi selain memaksa otak terus bekerja keras untuk dapat memproduksi kaos polos cotton combed 24s.

Adapun yang menjadi perhatian saya kali ini sehingga saya perlu mencari informasi lebih jauh perkara bagaimana membangung brand image kaos polos terutama agar tak berbenturan dengan brand image sebelumnya yang sudah kadung lebih fokus menjalankan konveksi kaos dan jasa sablon kaos manual.

Hasil peenelusuran di dunia maya didapat beberapa artikel yang mengulas bagaimana (srategi) membangun brand image. Ada yang sampai 10 cara agar brand tersebut berhasil. Boleh ini nih dicoba siapa tahu benar adanya dan berguna lebih khusus untuk saya pribadi.

Sebelum membahas perkara brand image diawali dengan kesepakatan bahwa yang satu ini benar-benar penting. Tak usah mempertanyakaan mengapa penting?

Fokus pada kajian, yakni strategi apa yang diperlukan guna membangung brand image? Hasil curhatan pada googel didapat sebuah catatan yang mengulas bagaimana membangun brand image? Semoga bisa berhasil dan tetap semangat 45, hehehe.

Saya sengaja mencatatkan kembali tulisan dari beberapa blogger yang saya baca-baca. Kurang lebih beginilah, silakan disimak jika ada tambahan dan berniat membantu saya maka saya dengan senang hati menerimanya, hehehe.

1. Simpel dan bermakna

Benarkah brand asing lebih menarikan kalangan muda ketimbang local? Nyatanya memang benar demikian setidaknya berdasarkan survei marketing. Jika benar demikian apakah Anda pesemis brand yang bakal dibuat dapat menarik perhatian kalangan muda.

Yakin saja asalkan telah mencoba membangun brand dengan memilih nama yang simple
agar mudah diucapkan dan diingat. Selain itu, ada baiknya memilih nama brand yang memiliki arti tertentu.

2. Gunakan logo

Membuat Logo visual yang sesuai dengan produk dan brand produk . Logo inilah yang akan menjadi identitas sebuah perusahan yang dibangun. Tak hanya itu, logo juga dapat membantu brand yang diciptakan agar terkesan lebih mewah dan istimewa.

3. Menyasar target pasar yang tepat

Siapa target pasar dari hasil produksi Anda? Sebuah pertanyaan yang mesti mendapat perhatian atau renungan khusus. Jika belum dapat menentukan target pasar maka bakal mendapatkan kesulitan dalam menjalankan bisnis.

Jika sudah ditentukan siapa sasaran utama dari bisnis ini maka produk yang nantinya dapat dengan mudah diterima. Misalnya, target utama adalah tukang sablon kaos manual, maka produk yang kita buat adalah hal yang dibutuhkanya berupa kaos atau cat sablon dengan harga yang tentunya terjangkau juga oleh mereka.

4. Promosi sesuai sasaran

Siapa yang tak ingin hasil produksinya dikenal orang? Sudah dapat dipastikan jawabannya termasuk saya sendiri bakal menjawab, iya hasil produksi menjadi pembicaraan secara positif.

Agar tercapai maka salah satu carnya adalah dengan melakukan promosi secara efektif dan tepat sasaran. Apakah saya bakal mengikuti gaya yang selalu digunakan oleh para marketer, yakni dengan cara memiilih orang-orang yang berpengaruh di kelompoknya untuk mengenal produk kita.

Beri dia sampel gratis atau ajak dia mencoba produk kita. Bila ia menyukainya, dengan mudah produk kita akan dikenal luas.

Tak lupa, saya juga akan membuat kartu nama, flyer,spanduk juga menjadi sarana promosi yang tepat. Kita dapat membangun brand image terhadap prooduk yang sedang kita kembangkan kemanapun kita melangkah.

Misalnya, melalu stiker yang ditempel di kendaraan, Tas, atau bahkan T shirt yang kita pakai. simple nya kemana kita bergerak, brand yang sedang kita rintis juga harus terus bergerak mengikuti langkah kita

5. Mendompleng ketenaran

Terus terang untuk yang satu ini agak susah dilakukan untuk beberapa kalangan termasuk saya sendiri. Bagaimana tidak untuk mendompleng dengan orang-orang yang telah nama besar perlu dana yang cukup lumanya.

Tapi sebagian orang perkara modal tak terlalu menjadi soal. Jika demikian, silakan Anda mencobanya, mintalah para selebriti atau public figure mengenakan produk kita saat acara pesta atau event sosial lainnya.

Karena biasanya apa yang dikenakan oleh public figure akan segera menjadi perhatian banyak orang. Di sinilah kesempatan kita untuk memperkenalkan brand sekaligus membentuk brand image. Ini bahkan akan lebih efektif dari sekadar memajang produk di etalase toko.

6. Pengenalan produk

Sebagai produk dengan brand baru tentu belum banyak dikenal orang. Pada saat merilis produk tersebut ke pasar, ada baiknya Anda menjelaskan secara detail kepada para calon customer tentang produk tersebut, dari bahan baku, proses pembuatan, hingga manfaatnya. Jangan lupa, paparkan juga keunikan dan keunggulan yang kita dimiliki.

7. Berteman dengan media

Media memiliki efek sangat besar untuk memengaruhi penilaian masyarakat? Jadi, jangan hanya duduk berdiam diri dan berharap media akan mencari . Kirimkan press release dan contoh produk atau undangan untuk menghadiri peluncuran produk. Bila perlu, juga bisa meminjamkan beberapa produk untuk mendapat review khusus dari media.
8. Bangun sinergi

Ikutlah program afiliasi atau kerja sama dengan produk atau brand lain. Misal, dengan membeli produk kita, maka pembeli akan mendapatkan potongan harga untuk produk B dari brand lain. Atau cara lain, bergabunglah dalam event-event dan ajukan diri sebagai sponsor. Makin sering ikut event, maka makin cepat brand kita dikenal.

Kita juga dapat membuat event sendiri dengan bersinergi bersama produk atau brand lain, mulai dari event event kecil, misal jika produk kita adalah fashion, kita dapat membuat program event mis Fashion show, dll jika produk kita adalah produk bayi, bisa buat lomba bayi sehat, lomba photo baby dll

9. Enggak Usah Takut dengan namanya Saingan.

Yakinlah bahwa saya bukanlah satu-satunya yang memproduksi kaos, masih banyak konveksi kaos yang memproduksi kaos dan begitu juga toko-toko yang menjual kaos polos. Lantas bagaimana produksi kita dapat diterima tukang sablon mengingat pesaing begitu banyak.

Enggak usah terlalu cemas, jadikan pesaing sebagai mitra agar bisa selalu berinovasi dan menguntungkan konsumen. Persaingan yang sehat bakal memicu dalam berlomba-lomba memperbaiki kekurangan dari produk atau jasa.

 

 

 

REKOMENDASI Post Penulis