Jalur Mencapai Bebas Finansial

AngkringanWarta,- Saat menulis ini tepat tepat di penghujung Agustus, sebuah bulan yang mana bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan dan hampir setiap tahun acara itu terus mengulang. Memang dalam perayaan terkadang ada perbedaan, entah itu dari perlombaan yang tiap tahun dirasa tak seramai dahulu. Ah, mungkin itu hanya perasaan saya saja.

Hal yang tak kalah menarik selain perlombaan, adalah bermunculan nada-nada dari yang mempertanyaankan kembali makna kemerdekaan atau mencoba memaknai apa itu merdeka sampai terdapat nada yang lebih sumbang ialah mengagap  Indonesia belum merdeka.

Ya sudahlah, setiap orang bebas berpendapat perihal kemerdekaan, bukan itu juga bagian dari pengertian dari kata meredeka itu sendiri apalagi saat ini bukan lagi orde baru. Kalau dipikir-pikir paling tidak sekarang lebih merdeka minimal bebas berpendapat.

Menurut KBBI, kata merdeka dapat diartikan bebas, berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu dan banyak lainnya, silakan cek sendiri. Tapi, kalau tidak bergantung rasa-rasanya cukup sukar juga.

Tepat, saya selama ini mencoba membangun usaha berupa konveksi kaos dan jasa sablon manual terletak di Ciputat dan melayani Jakarta, lengkapnya silakan klik aja www.jasa-sablon.com atau www.bolehkaosan.com . Usaha ini udah berjalan sekitar hampir 4 tahun lamanya, eh malah cerita soal bisnis memang ada kaitanya dengan perkara merdeka.

Jawaban ada kaitanya usaha yang tengah saya rintis dengan kemerdekaan itu sendiri meskipun terkesan dipaksakan. Lebih jelasnya, saya membangun usaha dengan tujuan tak terikat oleh namanya bos dan lebih jauh lagi mencoba membangun yang pada nantinya akan mendatangkan pasif income lalu berujung pada  bebas   finansial.

Mencapai kemerdekaan  finansial malah mengingatkan pada buku sejarah yang menceritakan perjuangan para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan. Ternyata apa pun itu butuh perjuangan untuk mencapai sebuah impian dari kata merdeka.

Bebas   finansial, berbagai blogger sampai portal berita online yang menjelaskan telah saya lahap. Salah satu situs yang berisikan perihal entrepreneur, yakni dokterbisnis.net.

Sebagaimana yang telah dipaparkan pada paragraf sebelum mencapai kemerdekaan maka dibutuhkan  sebuah perjuangan.  Dan sebelum itu terjadi terdapat beberapa tahapan layaknya menaiki anak tangga hingga untuk mencapai lantai, bukannya ujuk-ujuk saja.

Malah jadi bingung nama untuk anak tangga pertama apa yak, kira-kira ada saran. Baiklah sambil menunggun saran teman-teman, saya ingin mencoba mengulasnya dari mengevaluasi diri sendiri. Dengan begitu semoga saja tercapai tujuan agar bebas finansial.

Mengawalinya dari membicarakan cash flow, yakni dari mana dan ke mana uang Anda mengalir apakah mengalir ke Aset atau malah Liabilitas. Hal ini menjadi penting bukan hanya untuk orang seperti saya sedang merintis usaha konveksi kaos dan sablon manual, tapi bagi teman-teman juga.

Gaya juga padahal saya sendiri baru mengetahuinya, maaf bukan maksudnya bergaya, tapi rasa-rasanya gak ada salahanya jika berbagi dan semoga bermanfaat paling tidak mengetahui apa itu aset dan leabilitas.

Untuk kedua kata tersebut secara sederhana dapat diartikan:

1. Aset dapat diartikan  sesuatu yang bisa menghasilkan uang. Bentukanya bisa apa saja yang penting adalah menghasilkan uang

2. Liabilitas adala kebalikan dari aset. Liabilitas adalah sesuatu yang membuat Anda mengeluarkan uang

Dengan pengertian tersebut pada akhirnya memunculkan kemana pendapatan yang didapat dari usaha ini, apakah lari pada aset untuk aset mala sebaliknya.

Misalnya, menambahkan mesin jahit guna mengimbangi permintaan pasar perihal kaos sablon acara, kaos sablon promosi, kaos sablaon seragam dan lain-lainya. Atau malah sebaliknya. Dari anak pertama ini sebagai persiapan untuk melangkah pada tahap selanjutnya yaitu manajemen aset tentunya setelah dilakukan indentivikasi aset.

Tapi untuk anak tangga berikutnya pembahasan bukan saat ini. Lain kali saja, harap maklum udah mentok kehabisan kata-kata. Salam

 

REKOMENDASI Post Penulis