Mencari Ketenangan di Ciputat

1Angkringanwarta, Ngelancong,-Menghirup udara kuat-kuat sambil menikmati terbit atau tenggelamnya matahari sungguh damai. Kedamaian yang rasanya bakal sulit didapat untuk kawasan Jakarta maupun pinggiran, misalnya saja Ciputat.

Sudah bukan rahasia lagi jika hampir setiap pagi maupun sore yang terdapat dari Ciputat hanyalah kebisinginan semata dengan udara dipenuh asap kendaraan.  Jalur arah Ciputat kerap mendapat julukkan sebagai kawasan macet.

Sulitnya mendapatkan ketengan serta udara sejuk membuat kawsanan Puncak tak perlnah luput darin incaran warga Jakarta dan sekitarnya. Cerita jalur puncak macet total dengan kendaran dipenuhi plat B pada hari libur dapat dijadikan sebagai indikasinya.

Namun hanya untuk mencari kedamaian ternyata tak perlu memakan waktu dengan pergi jauh-jauh. Anda pun bisa mendapatkanya di Ciputat. Mungkin Anda enggak bakal menyangkanya atau menyangkalnya.

Memang siapa yang bakal menyangka jika di balik kebisinginan Ciputat terdapat kawasan yang menawarkan kesejukan yang membawa kedamaian. Sebuah kawasan sebagai wisata aternatif yang murah. Dan   pada dasasrnya sudah tak asing lagi bagi teman-teman yang berada di sekitar Selatan Jakarta maupun warga Ciputat sendiri.

Yup, Situ Gintung. Situ ini bisa dikatakan cukup unik dari lokasinya  yang terkesan mengasingkan diri dari keramaian padahal jaraknya tak terlalu jauh dari Jalan raya Lebak Bulus-Ciputat atau sebaliknya. Dan saat kaki melangkah Anda akan disambut hamparan air  yang begitu tenang dengan dikelilingi pohon-pohon yang cukup rindang.

Suasana yang bising dalam sekitaka menjelma ketenangan. Hal ini menjadikan Situ Gintung sebagai salah satu manet bagi warga yang telah merasa sumpek dengan kebisingan. Tak hanya sebagai tempat pelepas penat, Situ Gintung juga menjadi tempat berolahraga dan tak kalah menarik ialah lokasi ini dijadikan sebagai tempat orang  menyalurkan hoby berupa memancing dan ada juga yang menjaring ikan.

Maka tak mengherankan jika Situ Gintung hampir setiap hari tak pernah sepi dari pengunjung dengan berbagai macam tujuan. Mungkin sebagain dari mereka sengaja datang atau ngelancong untuk mendapatkan ketenangan sambil menikmati sinar mentari pagi atau sore hari atau bisa jadi ingin mendapatkan ikan dengan cara memancing.

Apapun itu tujuan Anda, pasti saat ini Situ Gintung menjadi magnet pelarian bagi sebagian orang usai tragadei naas pada tahun 29 Maret 2009 berupa jebolnya tanggul. Tragedi naas yang terjadi pada pagi hari mengakibatkan timbulnya korban jiwa.

 

REKOMENDASI Post Penulis