Menyandang Status Mahasiswa, Waktunya Puas-puasin Buat Ngelancong

Angkringanwarta,-Ngelancong sama keluarga memang menyenang, tapi mungkin kamu enggak bakal merasa sepuas saat kamu berpergian sendirian atau bersama teman-teman kamu. Pokoknya pasti bakal berbeda jika bersama keluarga kamu mesti memperhatikan tetek bengek yang bikin kamu pikiran kamu enggak fokus pada perjalananmu.

Nah, bagi yang masih menyandang status mahasiswa apa lagi baru saja menyandang status tersebut maka ini waktu yang tepat buat buat ngelancong, puas-puasin deh sebelum kelak menyesal. Berikut ini adalah sejumlah alasan serta perbandingan saat kamu menyandang status mahasiswa dengan kamu sebagai bapak

 

1. Waktu Kuliah Vs Keluarga

Ayah Sibuk Kerja www.detik.com
Ayah Sibuk Kerja www.detik.com

Saat sebagai mahasiswa paling padat dalam seminggu  cuma 4 hari kamu benar-benar disibukkan masuk ruang belajar dan kamu masih punya 3 hari lagi yang waktu benar-benar kosong, kalau pun ada tugas masih bisa dikebut alias tancap gas.

Aktivitas saat kuliah apa sih, yak kurang lebih masuk kelas, bikin makalah,  aktiv di organisasi itu juga kalau terdaftar.

Soal waktu pastinya sudah beda, kebanyangkan saat kamu menyandang sebagai suami atau orang tua. Kalau belum kebanyang, coba saja perhatikan saja bapak-bapak masing-masing.  Hampir satu minggu penuh waktunya disibukkan dengan bekerja.

 

2. Keuangan

hasil nabung dari www.harianindo.com
hasil nabung dari www.harianindo.com

Kamu mungkin pernah mendengar dari sahabat yang berkata kurang lebih “Jangankan buat ngelancong, buat kebutuan rumah tangga aja udah pusing,” yak kurang lebih begitulah kecuali mungkin orangnya menengah ke atas. Bagi yang sudah menyandang saumi apa lagi bapak maka akan lebih sulit menyisihkan keuangan untuk bisa jalan-jalan, biasnya lebih fokus pada massa depan anak-anak.

 

3. Ngelancong Naik Gunung Berat

 

Naik Gungung itu Cape
Naik Gungung itu Cape

Kalau kamu suka naik gunung pastinya sudah paham benar, perjalanan naik gunung sangat berat. Kalau sudah paham massa kamu bakal bawa si kecil untuk menelusuri jalan-jalan terjal dengan suhu benar-benar dingin. Rasa-rasanya enggak mungkin banget dah.

Karena enggak mungkin, kamu yang sudah mempunyai status suami sekaligus bapak paling memilih yang mudah dijangkau dan kalau wisata alam pastinya enggak si ekstrim naik gunung. Itu juga perhatian kamu pasti terpecah belah antara minikmati alam, istri dan anak.

 

4. Mahasiswa Ikut Pecinta Alam

Oh iya, saat kamu menyandang sebagai mahasiswa sangat mungkin tempat kamu kuliah ada namanya organisasi pencinta alam. Organisasi ini yang bisa bikin kamu ngelancong kemana saja, selama kamu masih sanggup. Paling tidak bersama teman kamu akan sangat leluasa berdiri di atas gunung.

 

 

REKOMENDASI Post Penulis