PDI-P Dukung Ahok, Pupus Sudah Harapan Gerindra

AngkringanWarta.com,-Politik,- Ungkapan perihal dalam dunia politik,  tak ada kawan maupun lawan yang benar-benar sepertinya benar adanya. Saat ini kawan dan selanjutnya besar kemungkinan menjadi lawan kemudian kawan lagi.

Ambil gambaran sederhananya adalah, Gerindra yang dalam seketika seakan melupakan perseteruan dengan PDI-P. Sebagaimana yang sudah sama-sama diketahui, baik Gerindra maupun PDI-P pernah berduel seru kala memperebutkan kursi Presiden Indonesia.

Alhasilnya, Gerindra bersama partai pendukung Prabowo memutuskan menjadi bagian yang bersebrangan dengan  pemerintahan Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi.  Sejumlah kader Gerindra kerap melontarkan kritikan pedas atas kinerja Presiden. Malah terkesan sebagai penggemar setia yang selalu memantau gerak-gerik Jokowi.

Namun cerita menjadi berbeda saat memasuki Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Pada sisa hari pendaftaran calon kepala daerah ke KPU, Gerindra seakan menjalma menjadi partai yang bersahabat dengan PDI-P. Partai besutan Prabowo ini kembali bersedia berkoalisi dengan partai  banteng moncong putih asalkan tidak mengusung Basuki  Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Semuanya menunggu PDI Perjuangan. Kalau PDI Perjuangan mendukung Risma, Gerindra bergabung mendukung PDI Perjuangan. Tapi kalau mendukung Ahok, partai-partai ini tak akan dukung Ahok,” ujar Ketua DPP Partai Gerindra Desmond Junaidi Mahesa, sebagaimana dikutip  metrotvnews.com, Selasa (20/9/2016).

Harapan hanya sebuah harapan pada akhirnya keputusan berada pada Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum partai. PDI-P selaku partai dengan kursi  DPRD DKI serta dengan data-data hasil survei yang menyebut elektabilitas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kian menanjak ternyata malah memutuskan mendukung Ahok berpasangan dengan  Djarot Saiful Hidayat.

Keputusan untuk mengusung Ahok dan Djarot diumumkan secara langsung di kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016). “Setelah melalui tahapan yang prosesnya bisa dipertanggungjawabkan, PDI-P mengumumkan calon kepala daerah di 101 daerah yang mengadakan pilkada serentak tersebut,” kata Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto,  sebagaimana dikutip di kompas.com.

Mendengar keputusan PDI-P yang memilih mengusung Ahok untuk kembali menjadi Gubernur DKI  lantas bagaimana reaksi Gerindra? Paling tidak harapan Gerindra agar PDI-P tidak mengusung Ahok telah pupus sudah. Dan seandainya Gerindra mau berdamai dengan PDI-P setidaknya untuk Pilgub Jakarta 2017 rasanya sangat sukar meskipun apa yang tak mungkin dalam politik.

 

REKOMENDASI Post Penulis