Puisi Ade Irawan, Sebuah Renungan

Ade Irawan, siapa dia? Ternyata dia merupakan seorang artis senior jadi harap maklum jika saya tak mengenalnya. Pada dasarnya memang saya tak banyak mengenal kalangan selebritis termasuk artis kekinian. Namanya baru terdengar saat ini, tepatnya saat ia membacakan puisi yang berjudul ‘Puisi Untuk Ahok.’

Saat mendengar ia membacakan puisi, saya angkat secangkir kopi hitam untuknya. Menginjak ke-80 tahun, usianya tak lagi muda ternyata ia cukup peka dengan menuangkan kegundahanya perihal bangsa ini. Sebuah puisi singkat sarat akan makna menggambarkan kegelishan sekaligus renungan untuk semuanya atas  yang menimpa bangsa ini, masyarakat yang kian gaduh dengan ujaran cacian, kebencian, klaim kebenaran sampai-sampai perihal surga dan neraka.

 

Berikut ini isi puisi singkat yang berikan kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Dia cuma laki-laki biasa yang merambah semak liar
Dan sesekali menebas belantara kemunafikan dan keserakahan
kalau pun dia coba merajut maaf dan kedamaian, siapa yang mau perduli?
karena langkahnya sudah dijegal jeruji kebencian
Dan cakar mereka sudah tak sabar ingin mengoyak kejujurannya
Kadang aku malu bersimpuh di sajadah
mencari jawabmu dalam tengadah
Tuhan, siapa sesungguhnya pemegang kunci surga?”

REKOMENDASI Post Penulis