Pesan Ali dan Lilin Persaudaran Untuk Ahok

Cahaya Lilin untuk Ahok di Tugu Proklamasi Rabu, 10 Mei 2017 (Detik.com)

Saya sruput kopi hitam sambil mencoba merenungkan ucapan kalifah keempat Imam Ali bin Abi Thalib,   “Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan..”  apa maksud dari perkataan Ali?

Saya hanya mengira-ngira saja tetang  maksud dari perkataan Ali dan sangat besar ada keliruan. Sebab hanya Ali yang benar-benar mengetahui makna dari pesan tersebut.

Adapun yang saya tangkap,  siapa pun dia entah itu dari mana, suku, agama, dan hal-hal lainnya dia tetap saudara. Sebuah  perbedaan yang sudah menjadi kodrat sang pencipta. Adanya perbedaan akan membuat kalian saling mengenal dan dirasa begitu indah  layaknya sebuah pelangi yang terlihat indah lantaran banyak warna bukan hanya warna hitam dan putih.

Ahok, loh kok Ahok?

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terlahir sebagai minoritas tanpa ia bisa menolaknya. Seorang minoritas yang mempunyai hak yang sama dengan yang lainnya suku lainnya.  Itu sah dalam konstitusi.

Dan kini Ahok mendekam dua tahun di penjara. Ia divonis besalah denganPasal 156a huruf a KUHP,  yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama.

Lalu siapa yang bakal mengira dengan mendekamnya Ahok ternyata malah  memicu rasa persaudaran, sebuah persaudaran tanpa lagi mempertanyakan golongan, suku, agama, dan dari mana mereka berasal.  Lilin menyala di Jakarta, Jogja, Semarang, Manado, NTT, Medan dan entah di mana lagi. 

Ternyata simpati terhadap Ahok tak hanya dari Indonesi saja,

Pendukung Ahok lebay,  sudah untung hanya dihukum 2 taun lalu membandingkan dengan para penista agama yang sudah-sudah. Kira-kira begitulah celotehan dari orang-orang yang selama ini menuntut Ahok untuk segera ditahan.  Mereka telah lupa apa yang dilakukan sebelum hakim ketuk palu dan Ahok resmi ditahan,  turun ke jalan sampai berjilit-jilit mirip lapis.

Akh sudahlah, mereka nggak akan pernah mengerti maklumin saja,  untuk membedakan antara perbuatan dan ucapan saja eror. Sekali-kali coba amati baik-baik apa yang diperbuat dengan para penista agama dengan apa yang diucapkan Ahok.

Selamat menikmati kopi hitam kawan

REKOMENDASI Post Penulis