Intoleransi Alasan Masyarakat Tolak Fahri Hamzah

Masyarakat Manado menolak kedatangan Fahri Hamzah (sumber: Kompas)

AngkringanWarta – Kopi mana? Sungguh maksyus sruput kopi hitam sambil menikmati semilirnya angin pagi ini, namun sayang hal itu sepertinya nggak berlaku buat bapak yang terhormat Fahri Hamzah.  Bagaimana tidak, saat dirinya terbang jauh-jauh ke Manado ternyata malah mendapatkan penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.

Sebagaimana diberitakan kompas.com,  mereka menolak kedatangan Fahri Hamzah dengan  mendatangi Bandara Sam Ratulangi Manado, Sabtu (13/5/2017).  “Kami ada di sini bukan karena dibayar. Kedatangan kami disini menolak kelompok atau pribadi yang berusaha memecah belah bangsa. Musuh kami bukan agama,” ujar Wilson Frederik, salah satu orator, sebagaimana dikutip dari kompas.

Aku kembali sruput kopi sambil mengamati berita tersebut, muncul pertanyaan apa yang melatarbelakangi penolakan wakil ketua DPR tersebut? Alasan warga menolak kehadiran Fahri Hamzah dikarenakan mantan politisi PKS ini dianggap  selalu melontarkan pernyataan yang memicu situasi intoleransi.

Sebuah alasan yang mungkin juga diamani bukan hanya ribuan warga Manado, tapi juga oleh sebagian masyarakat Indonesia lainnya. Pasalnya, jauh sebelum ini warga penghuni dunia maya sempat menyindir Fahri Hamzah melalui sindiran berupa gambar atau meme Fahri Hamzah.

Saya mencoba menelusuri apa saja yang pernah dilontarkan Fahri Hamzah sehingga membuat masyarakat dibuat geram olehnya.

  1. Fahri Hamzah juga pernah menyebut Jokowi ‘sinting’ dan ‘bodoh’ lewat akun Twitter pribadinya, @fahrihamzah, Kamis 27 Juni 2014, Fahri mengatakan, janji Jokowi bahwa 1 Muharam akan dijadikan sebagai Hari Santri Nasional jika terpilih menjadi presiden, tidak masuk akal. Hanya janji-janji kampanye.“Jokowi janji 1 Muharam hari Santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!” kicau Fahri.
  2.  Fahri Hamzah mengomentari ketidakhadiran anggota DPR dalam rapat. Fahri pun menyatakan bahwa anggota DPR tidak sama dengan buruh yang setiap kehadirannya harus mengisi absensi. Hal ini terjadi pada tanggal 3 Juli 2015 lalu.“Teori kehadiran di parlemen berbeda dengan di pabrik, Kehadiran di parlemen adalahvoting right, hadir untuk mengambil keputusan, bukan seperti buruh pabrik yang hadir untuk menerima gaji,” ujar Fahri dalam komentarnya yang diunggah baru-baru ini.
  3.  Pada (11/2016),  Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut turun ke jalan saat demo 4 November 2016.  Ia berorasi tentang mekanisme seorang presiden turun dari jabatanya.Dalam orasinya pada Jumat (4/11/2016) siang, Fahri sempat menyinggung mengenai mekanisme seorang Presiden diturunkan dari jabatannya. Dia juga sempat berbicara mengenai parlemen jalanan.

Begitulah hasil penelusuran  dari berbagi sumber di google, sengaja saya cuma ambil tiga saja dari sekian banyak kata-kata Fahri Hamzah yang bikin polemik, belum lagi soal kicauan yang yang menyebut TKI dengan sebutan babu beberapa waktu lalu.

 

REKOMENDASI Post Penulis