Ahok Ditahan, Jokowi Triel dan Kisah Habib Rizieq Shihab ‘Pemberani’?

Rizieg Shihab di Liputan6.com

AngkiringanWarta.com,- Gubernur DKI Jakarta non aktif,  Basuki Tjahaja Purnama atau lebih akrab disapa Ahok
menunjukkan dirinya sebagai orang yang taat pada hukum. Ia mengikuti proses hukum dari awal sampai  hakim ketuk palu.

Hakim ketuk palu dengan menjatuhkan vonis terhadap Ahok, vonis Ahok ini membuat diri menjalani hari-hari dalam jeruji selama dua tahun.

Sementara itu, saat orang-orang menyatakan kecewa dengan putusan hakim terhadap Ahok, sebagian orang mulai mempertanyakan Presiden Jokowi.  Mantan Gubernur DKI Jakarta ini malah terlihat sedang asyik menelusuri jalan trans Pupua dengan mengendarai sepeda motor trail.

Foto-foto Jokowi ngtrail telah ramai beredar di jagat dunia maya.  Mengetahui hal tersebut,  ada yang marah, kesal, kecewa dan segala macam unek-unek ditumpakah kepada Jokowi. Jokowi dianggap tak peka dengan perkara yang menjerat mantan wakilnya di Jakarta. Yups, semua orang bebas berpendapat atas apa yang dilakukan Jokowi disaat Ahok divonis.

Apa yang dilakukan Jokowi? Membaca langkah Jokowi tak  seperti benteng bakal jalan lurus saja.  Sebab Jokowi adalah kuda yang berjalan memutar untuk mencapai sebuah tujuan. Yups, Jokowi seperti kuda dalam papan catur. Langkah Jokowi penuh dengan simbolik yang perlu pemaknaan lebih dalam.

Jokowi memahami bagaimana kondisi perpolitikan di Indonesia, dunia politik bukan ilmu pasti yang  selalu 1+1=2 , namun dalam politik hasilnya bisa saja berbeda. Sebab selalu saja ada kemungkinan.

Apa pun maksud dari simbol langkah Jokowi hanya dirinya dan sanga pencipta yang mengetahui, setidaknya apa yang dilakukan Jokowi kian membenarkan perkataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang menyebut Jokowi sebagai presiden nekat. Pernyataan itu diungkapkan saat dirinya diwawancarai Rossi di salah satu stasiun TV Swasta.

Nekatnya Jokowi bukan hanya lantaran ruas jalan yang sangat sulit dilalui, tapi juga ada kemungkinan ancaman dari pihak-pihak yang menghendaki agar Papua merdeka,  Gerakan Papua Merdeka sebagai organisasi yang ingin memisahkan diri dari Indonesia ini sudah lama menggaung, Papua rawan dan segala macam kemungkinan yang bisa mengancam Jokowi.

Atau bisa juga dimaknai, Papua adalah daerah yang aman dan Jokowi ingin merangkul Papua agar bisa kembali mengakui Indonsia. Memilih jalan kekerasan bukan solusi untuk merangkul kembali Papua.

Akh, keberanian Jokowi tak seberani habib Rizieq Shihab, keberanian ketua FPI ini telah mendapat pengakuan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. “Saya terima kasih Habib Rizieq, keberanian Anda luar biasa,.” ucap Prabowo, sebagaimana dikutip dari tribunnews.com.

Jadi jika dikatakan habib Rizieq Shihab sebagai orang yang pengecut karena dikatakan sebelumnya ada acaman yang ingin membunuhnya. Apalagi sampai dikatakan bahwa kepergiannya untuk umroh tak lain adalah untuk menghilangkan barang bukti  terkait konten bermesraan Rizieq Shihab dengan Firza Husein.

Bagaimaan bisa dikakatan dia mau menghilangkan barang bukti apalagi pengecut lah wong melakukan saja nggak pernah.  Melalukan hal demikian tersebut adalah dosa termasuk dosa besar, bagaimana mungkin seorang  Rizieq Shihab yang seorang habib dan begelar  imam besar melakukan hal tersebut, itu berdosa dan bisa menodai kesucian agama.

Lalu masih mau bilang Rizieq Shihab pengecut, ini aneh dan sama sekali tidak benar, apakah yang dikatakan Prabowo masih kurang?  Perlu bukti lainnya, apa kalian lupa saat saya berada di atas podium berteriak lantang lalu meminta takbir. Lebih dari itu, saat  Rizieq Shihab menggerakan massa untuk mengepung istana sampai berjilit-jilit.

Apakah kalian lupa keberanian  Rizieq Shihab sehingga bisa menggerakan massa. Ingat… jika bukan Rizieq Shihab apakah bakal ada demo mendesak pihal kepolisian untuk segera menahan Ahok. Pasalnya, Ahok bisa saja bisa menghilangkan barang bukti.

Benar demikian bukan, tolong Rizieq Shihab katakan yang sebenarnya, katakan apa yang dikatakan pengacara itu salah semuanya.  Katakan juga bahwa kepergian umroh semata-mata berniat untuk ibadah bukan karena ada ancaman.

Dan jika sampai saat ini belum balik ke Indonesi itu bukan hal-hal lain apalagi sampai beranggapan ada kekuasan yang menginterpasi hukum, buktinya saja Ahok dihukum padahal banyak orang yang menyebut jika Presiden Jokowi itu sahabatan baik dengan Ahok.

 

REKOMENDASI Post Penulis