Ngelancong, Nongkrong Bersama Senja di Candi Ijo

Menikmati suasan kota Jogja dari candi Ijo foto @jala_rasa
ngantri selfie di Malioboro foto oleh @jala_rasa

AngkringanWarta.com-Ngelancong Yogyakarta atau biasanya orang-orang menyebutnya dengan sebutan Jogja. Mungkin karena orang-orang disana kerap memendekkan nama,  misalnya jalan Parangteritis disebut Paris.

Saat ngelancong  dan Jogja menjadi lokasi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan.  Jogja sebagai destinisi wisata pastinya mempunyai beberapa lokasi yang telah banyak diulas para traveling blogger. Namun dari sekian banyak, saya malah justru merasa bingung saat sore hari.

kondisi ini membuat saya cukup galau sampai bertanya-tanya apa yang membuat Jogja begitu diminati para blogger baik dari Indonesia maupun bule atau turis asing.  Mungkin teman-teman juga merasakan kegalauan yang luar biasa, mau ngapain sore hari di Jogja,  apalagi untuk para penggemar Raisa Andriana .

Penyanyi wanita cantik pendukung Ahok ini telah melangsungkan pertunangan dengan  Hamish Daud. Acara yang berlangsung tertutup ini bikin nambah kegalauan jelang sore di Jogja.

nongkrong di Tugu
foto oleh @jala_rasa

Memang baik  Malioboro atau Tugu mememang lokasi yang cukup populer, begitu populernya sampai orang-orang antri untuk berfoto ria di bawah plang bertulisan Maliboro.

Ini masih sore, kalau malam mungkin gak apa-apa dah. Sebab, rasanya kurang nikmat jika  sore-sore sudah jalan ke Malioboro sudah kaya pemborong saja.  Bagi saya  sore adalah waktu yang paling enak untuk nongkrong sambil menikmati senja. Kamu sebagai pelacong sepakat degan usulan saya bukan?

Candi Ijo 

Dan saya harus mengakuinya bahwa nama candi Ijo baru terdengar. Saya langsung meminta bantuan embah Google sebagai tambahan rujukan teman. Usulan itu datang atas curhatan saya soal senja.

Menurut catatan dari wikipedia, candi  Ijo  merupakan salah satu situs purbakala. Sebuah candi yang berjarak 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko.  Saya langsung mengiyakan ajakan teman sepakat untuk meluncur ke  Candi Ijao  habis itu barulah menghabiskan setengah malam nongkrong di Malioboro atau Tugu.

Sepanjang perjalan dengan jarak tempuh 18 KM ini,  pikiran dan hati kompak banget, keduanya sama-sama berharap dapat nongkrong bersama senja.

Setibanya, meskipun senja tak benar-benar utuh, namun rasa dahaga ini cukup terpuaskan. Saya begitu menikmati senja sampai melupakan bentuk bangunan candi tersebut. Tanpa berpikir panjang, saya mencoba mengabadikanya  layaknya seorang fotografer profesional (sok banget kan).

Sore yang indah menikmati senja dari ketinggian  196 meter dari permukaan laut, sayang tak ada kopi hitam. Seandainya saja ada kopi hitam pasti sore hari ini terasa lebih lengkap.

berikut ini beberapa jepretan, siapa tau teman-teman juga tertarik untuk menikmati senja di Candi Ratu Boko, biar senja nggak selalu soal pantai

menikmati senja di candi Ijo
foto oleh @jala_rasa

 

REKOMENDASI Post Penulis