Selamat Sore Ibu Dokter Masyitha, Silakan Sruput Kopi Hitamnya

RS Permata Pamulang via kumparan.com

“Saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbangan Keagamaan, Kebangsaan, Kesukuan, Politik Kepartaian, atau Kedudukan Sosial, dalam menunaikan kewajiban saya terhadap penderita,”

begitulah bunyi  butir keenam sumpah dokter

Selamat sore ibu dokter Masyitha , bagaimana kabar Anda? Pastinya sehat selalu dan tidak kekurangan sedikit apapun. Oh iya, bagaimana kesibukan ibu sebagai seorang dokter di RS Permata Pamulang, pasti sibuk banget. Sesibuk apa pun ibu, saran saya sempatkan minum kopi hitam.

Silkan sruput nan pahit sepahit nasib pasien yang ibu tolak karena BPJS dianggap riba.  Sebagaimana yang diberitakan kumparan.com

 

Maaf jika saya mengucapkan kata-kata yang kurang sopan sampai sok mengajari soal nurani. Pastinya, ibu memilih profesi sebagai dokter atas pertimbangan kemanusian sampai disumpah segala.  Rasa kemanusian yang ibu junjung ini tak akan terkalahkan oleh apapun, namun akan berbeda jika  sudah berbicara tentang agama apalagi sampai riba segala.

Sekali lagi saya minta maaf ,  terus terang saya hanyalah orang yang awan soal agama.  Agama yang saya pahami, mengajarkan bagaimana hubungan antara manusia dengan pencipta dan hubungan manusia dengan manusia.  Begitu pentingnya hubungan antar manusia sampai-sampai nabi berpesan,  jika kamu memasak maka perbanyak airnya agar bisa berbagi dengan tetangga sebelah kamu.

Lalu bagaimana dengan riba, pastinya ada sesuatu yang membuat riba diharamkan?

Jika ibu dokter mempunyai pandangan berbeda dengan saya,  itu adalah hak ibu dokter.  Tapi, apakah ibu dokter mempunyai saran yang jitu terkait BPJS yang dianggap sebagai riba. Bagaimana solusi ibu dokter dalam mengatasi berobat yang mencekek masyarakat terutama kelas menengah ke bawah.

Sudah terlalu banyak  nada miring kerap menyelimut rumah sakit  bahkan sampai muncul buku berjudul orang miskin dilarang sakit. Jika ibu dokter belum sempat membaca buku tersebut, saya persilakan untuk membacanya.  Dan seandainya  masih tak ada waktu maka cukup dengarkan lagu Iwan Fals yang berjudul kembang pete.  

Bagaimana lirik tersebut menganjurkan agar kita tak perlu ke dokter, begini penggalannya

“Kalau diantara kita jatuh sakit
Lebih baik tak usah ke dokter
Sebab ongkos dokter disini
Terkait di awan tinggi,”

 

Cukup sekian dulu dari saya, jika ibu ada waktu yuk kita sruput kopi hitam sambil mengamati orang-orang di pinggir jalan. Kira-kira apa yang ada dalam benak mereka soal dana berobat? Mungkinkah jika biaya berobat tergolong murah, apakah mereka akan tetap mengikuti BPJS?

Salam damai

REKOMENDASI Post Penulis