Ngelancong Jogja, Kota Gede Ini Cocok Untuk Kamu yang Eksis di Istagram

Masjid Mataram (foto @jala_rasa)

AngkringanWarta.com, Ngelancong – Saat ngelancong Jogja kami menyempatkan diri mengunjungi Kota Gede, Jogja.  Lokasi ini menjadi target pertama kami dalam untuk mengisi hari-hari selama liburan di Jogja.  Kawasan ini mempunyai beberapa daerah yang memang layak dikunjungi bagi pelancong manapun.

Apa saja yang menarik dari Kota Gede sehingga kamu perlu mampir ketempat ini sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan lainnya, seperti pantai, Malioboro dan lain-lainnya.

Sip, saat ini keselamatan motor rental dari  mr.RENTAL diserahkan sepenuhnya kepada tukang pakir pasar, saya belajar percaya sepenuhnya atas keselamatan kendaraan roda dua ini. Sebuh kepercayaan atau mungkin lebih tepatnya dipaksa untuk percaya begitu saja, entalah dengan dia.

PasarKota Gede 

Juru Pakir Pasar Kota Gede Jogja (foto @jala_rasa)

Ini merupakan salah satu pasar yang berada di pasar kota gede, sebagaimana pasar tradisional pada umumnya yang pernah saya kunjungi.

kiri dan kanan dipenuhi bakul, ada yang menjual makanan ringan tradisional khas Jogjakarta,  dari sekian banyak kue-kue yang di jajaran, ia memilih kue kecil berwarna hijau. Meski bentuk yang kecil tapi rasanya cukup lama menempel di lidah.  Sayang, saya lupa mencatatnya jadi lupah deh. Mungkin teman ada yang mengetahui nama jenis makanan yang satu ini.

jajanan tradisional Jogja

 

Merasa puas, kami mengambil motor dan sebagai ucapan terimakasih atas jasanya menanggung beban menunggu motor, saya memberikan Rp 2000,00 sesuai dengan permintaanya.

Makam Raja-raja Mataram

 

 

makam-raja-raja-mataram-di-Kota-Gede,-Jogja-(foto-@jala_rasa)

Jarak antara pasar dengan makam raja-raja tak terlampua jauh, jadi kamu bakal merasa rugi  kalau salah satu kawasan ini absen.  Dan saat saya memasuki gapura yang di dalam terdapat Masjid dan makam raja, saya seperti memasuki mesin waktu yang berada dalam beberapa tahun yang lalu.

Bentuk bangunan  tempo dulu yang masih tetap bertahan, bangunan paduan antara agama-agama berkembang pesat lalu bergeser dan berganti. Iya, bagaimana agama hindu-budha lalu masuk Islam (agama) dan agama ini bisa menjadi begitu pesat berkembang di Jawa.

Jika kerajaan mataram Hindu-Budha (mataram kuno) dibuktikan dengan banyak candi di Jogja dan sekitarnya, lalu diikuti dengan kerjaan kesultanan kerajaan mataram atau mataram islam dengan adanya masjid mataram di kota gede. Banyak orang yang menyebutkan keduanya tak ada hubugan sama sekali meskipun secara nama sama-sama mataram.

 

Masjid Mataram (foto @jala_rasa)

 

Selain masjid Mataram Islam, masih terdapat masjid juga yang letaknya tak terlampau jauh. yakni masjid perak kota gede

Masjid Perak Kota Gede (foto @jala_rasa)

 

Kami menelusuri setiap sudut kerajaan, halaman Masjid yang kelilingi oleh tembok dengan bentuk merip candi-candi. Merasa puas, kami menelusiri gang-gang kecil yang pada kanan-kiri terdapat bangunan-bangunan tempo dulu.

Menuju Masjid Kota Gede

 

Rumah Tradisonal dengan arsitektur Jawa yang khas, Kompleks Makam Pendiri Kerajaan, Reruntuhan Benteng, hingga Toponim perkampungan yang tetap menggunakan unsur tata kota seperti di masa lampau ini tak pernah luput dari bidikan lensa kamera.

Wayang berada di gerbang Masjid Kota Gede (foto @jala_rasa)

 

pemukiman warga di sekitar Masjid kota gede (foto @jala_rasa)

REKOMENDASI Post Penulis