Syafii Maarif, Rizieq Shihab dan Kriminalisasi Ulama

AngkringanWarta.com,-Bila teman-teman merupakan penghuni aktif dunia maya pasti sangat paham apa yang terjadi dalam belakangan ini, lekaki kurus  yang  bernama Buya Syafii Maarif  dicaci habis-habisan malah mengarah ke fitnah lantaran perbedaan pendapat terkait ungkapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal surah Al Maidah ayat 51.

Saya pun hanya bisa menyimak sambil membayangkan jika saja cacian tersebut mengarah kepada saya. Sungguh Buya Syafii Maarif sebagai orang yang begitu tegar menghadapi segala macam cacian tersebut,  ia sama sekali tak tersinggung bahkan berniat untuk memenjarakan mereka atas nama pencemaran nama baik atau sebagai bentuk kriminilisasi terhadapnya, padahal beliau ini adalah mantan pimpinan oramas Muhamadiah, salah satu ormas besar di Indonesia.

Cerita kriminalisasi terhadap ulama bakal berbeda, saat ini ungkapan tersebut  begitu gencar didengungkan apalagi jika menyangkut perkara yang sedang dihadapi Rizieq Shihab. Mereka tergabung dalam ormas FPI ini tak akan terima jika pimpinan tersentuh oleh hukum.

Untuk itu, berbagai macam upaya ditempuh dari rencana melumpuhkan bandara, meminta presiden Jokowi dan bersiap untuk  mendatangi mereka yang dianggap telah ikut-ikutan berpendapat soal  enggan Rizieq Shihab memenuhi panggilan aparat hukum, keberadaan pun entah dimana, dari sumber yang ramai di google , ia sedang umrah.

Yups, jangan sekali-kali menyinggung Rizieq Shihab jika teman-teman tak ingin berhubungan dengan FPI. Sebagaimana yang menimpa ibu dokter Fiera Lovita  , dokter dua anak ini berbagi kisah apa yang telah dialaminya melalui surut terbuka, bagaimana memilukannya cerita ibu dokter ini dapat dibaca artikel sebelumnya, Status Dokter Fiera Yang Berbuah Intimidasi, Negara Demokrasi?

Hal suci jadi jangan coba berani-berani terhadapnya, saya jadi teringat dengan kampung halaman yang masih terdapat tempat yang dijaga kesuciananya. Banyak pesan yang disampaikan yang pada intiiny adalah agar kami para anak-anak tak boleh melakuka sesuatu di tempat suci tersebut jika tak ingin berdampak buruk.

Cerita tentang  tentang angker tempat tersebut, ada penunggunya dan hal-hal yang lain berkaitan denan skaral tempat tersebut masih  bertahan hingga saat ini.  Dari setiap generasi ke generasi mempertahanan cerita tersebut dan pada akhirnya kramat tempat tersebut masih terjaga, lah bagaimana bisa tersentuh jika kami sebagai anak-anak  lebih memilih untuk menjauhi dari tempat tersebut ketimbang mendapatkan bala.

Jikalau terpaksa ingin mengujungi tempat tersebut maka kami harus meminta ijin kepada juru kunci, berprilaku sopan dan tak kalah penting adalah memenuhi peraturan yang telah dibuat.

Nah, jadi jangan heran apalagi kaget jika kamu bersinggungan dengan sesuatu yang dianggap suci atau yang diskralkan jika tak ingin mendapatkan bala.

 

REKOMENDASI Post Penulis