Dianggap Lemah Soal Persekusi, Kapolri Tito Copot Kapolres Solok

Kapolri Tito Karnavian via www.seword.com

AngkringanWarta.com,-  Persekusi, sebuah istilah yang saat ini sedang ramai dan jika bukan lantaran Forum Pembela Islam (FPI) pastinya sampai detik ini saya tak akan pernah mengenal istilah tersebut.   Untuk hal ini saya perlu mengucapkan terimakasih setidaknya menambah pembedaharan kata.

Bagaimana dengan Anda?

Yups, FPI menjadi motor gerakan istilah persekusi muncul ke permukaan,  sesuai dengan istilah dalam KBBI versi online, persekusi dapat diartikan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas.

Bermula dari  tindakan yang dilakukan ormas FPI terhadap  seorang dokter perempuan bernama Fiera Lovita. Dokter yang bertugas  di RSUD Kabupaten Solok mendapatkan intimidasi yang sudah membuat kedua anaknya ikut merasakan.

Atas kasus tersebut, dokter ini menceritan kronologi lengkap sampai ia memilih untuk hijrah ke Jakarta dengan pengawalan ketat GP Ansor. Kejadian apa yang menimpa dokter Fiera diceritakan secara lengkap melalui surat terbuka, bisa disimak pada aritekel sebelumnya, Status Dokter Fiera Yang Berbuah Intimidasi

Selian menimpa dokter ibu dua anak ini, persekusi juga menimpa anak berusia 15 tahun bernama Putra Mario Alfian, ia bahkan mendapat tamparan dari anggota oramas FPI. Sama halnya dengan Fiera, Mario juga membuat status di jejaring sosil sampai ia digeruduk gerombolan FPI.

 

 

Persekusi yang dilakukan FPI membuat marah Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian.  Ia pun secara tegas akan mencopot jika polisi tak dapat melindungi warga dari tindakan intimidasi. Bentuk ketegasan Tito, yakni dengan mencopot Kapolres  Solok, Kota Padang, Sumatera Barat, Ajun Komisaris Besar Susmelawati Rosya dari jabatannya dan mengakat Ajun Komisaris Besar Dony Setiawan.

 

“Ajun Komisaris Besar Dony Setiawan selaku Kanit II Subdit IV Direktorat Tipidnarkoba Bareskrim Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Solok,” seperti dikutip dari tempo.co

Masih kata Tito yang dikutip dari tempo.co , telah menegor telah memberikan teguran kepada pihak kepolisian Solok. “”Untuk Kepolisian di Solok, sudah saya tegur. Bahkan, sudah saya sampaikan bahwa apabila yang di Solok (Kapolres, Kapolda) lemah dalam menangani perkara ini, akan saya ganti,” ujar Tito.

Kapolri  Tito  tak akan segan akan mencopot jika ternyata tak tegas dalam memberikan perlidungan terhadap masyarakat.  “Saya tidak akan segan-segan untuk mencari dan mengganti dengan orang yang lebih tegas. Saya pikir itu langkah-langkah kami ya,” lanjut Tito.

Kapolri Tito menyaranakan agar masyarakat segera melapor ke polisi jika merasa terancam.  “Kalau nanti ada yang merasa diancam, apalagi dengan kekerasan fisik terutama, maka silakan melaporkan ke kepolisian, kami akan berikan perlindungan,” tukas Tito.

REKOMENDASI Post Penulis