Kopi Klotok, Rugi Kalau Kamu Nggak Mampir

menu kopi klotok di www.catatan-arief.com
kopi klotok di www.catatan-arief.com

Setelah merasa puas menelusuri lereng jejak erupsi gunung merapi. Bagaimana perjalan kami dengan menuggangi Jeep sudah layaknya iklan rokok jarum super, bisa disimak di artikel dengan judul  Ngelancong, Menelusuri Jejak Erupsi Merapi .

Baiklah perjalanan selanjutnya adalah melihat senja di candi ijo, keputusan ini setelah perdebatan kecil-kecilan yang sudah sangat biasa terjadi dalam perjalanan. Namun, sebelum meluncur kami ke Candi Ijo dengan harapan dapat bermesraan dengan senja, kami memutuskan untuk mengisi perut dan akhri memilih kopi klotok.

Bagaimana menariknya candi ijo dengan pesona senja, bisa dinikmati di artikel sebelunya, silakan kunjungi saja tulisanya disini

Dari segi nama kopi klotok, kamu sangat mungkin berpikiran bahwa tempat yang berlokasi
di jalan Kaliurang km 15,5 hanya menyajikan sruputan kopi. Jika kamu berpikiran demikian berarti kamu dan saya tak ada bedanya.

Yups, saya sempat berpikiran demikian, kopi klotok yak cuma warung yang menyajikan kopi semata adapun kata klotok hanya buat-buatan saja, sebagaimana dengan rasa penasaran kopi jos dan setelah mengetahuinya, kopi yang cemplungin bara lalu berbunyi jossss.

Ternyata saya keliru, kopi klotok juga menyajikan menu makanan dengan gaya prasmanan, Anda bebas mengambil makanan dengan sayur yang tersedia, sepuasanya. Hal lainya adalah, kamu bisa menyantap makanan sambil menikmati alam terbuka.

Hal yang menarik bagi saya, saya terbawa pada kenangan berapa tahun di tanah kelahiran saya. Saat itu, saya sering main ke gubuk hanya untuk makan, menambah suasana makan yang begitu nikmat.  Setelah selasai makan, saya penasaran dengan kopi klotok apalagi sruputnya di pinggir sawah.

Benar saja, sajian kopi dengan pisang goreng benar-benar nyam-nyam, santai sambil sruput kopi hitam.  sebuah menu yang begitu sepesial banget. Sambil menikti hidangan tersebut, saya menemukan jawabanya atas rasa  heran mengapa lokasi yang terhitung jauh dari jalan raya begitu ramai bahkan untuk ruang parkir pun sudah kebingungan.

Namun saya, waktu yang mengharuskan untuk segera meluncur dengan harapan tak tertinggal senja. Kenikmatan saat sruput kopi hitam kahs dan pisang goreng harus direnggut oleh waktu.

Akh, jika saya ngeloncong ke Jogja pasti mampir lagi ke kopi klotok pikirku.

REKOMENDASI Post Penulis