Ayu, Siapa yang Paling Gembar-Gembor Bilang Penegak Hukum Itu Diskriminasi

ilustrasi penegak hukum via ww. ferrykoto.wordpress.com

Ayuk ngaku siapa yang bilang hukum itu tajam ke bawah dan tumpul ke atas? Lalu siapa juga  yang begitu keras mengkritik penegakkan hukum dengan menyebut bahwa penegakan hukum Indonesia sangat diskriminatif? Sayang rumput yang bergoyang tak kunjung ngasih tau siapa yang berbicara demikian padahal saya disuruh bertanya pada rumput yang bergoyang, maaf pak Ebiet G Ade, saya telah meminjam istilah Anda tanpa izin.

Sudahlah, saya tak akan menuduh siapa takut nantinya dibilang pencemaran nama baik, melanggar UU ITE, pembunuhan karekter dan segala hal-hal lainnya. Saya orang awam terhadap politik maupun hukum. Takut saya mesti berbenturan dengan hukum dan jadi sarapan para para elit untuk berbicara hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

Saya hanya ingin menyapa mantan ketua MPR,  Amien Rais selamat malam, berharap dapat berbincang dengan dirinya yang tengah begitu sibuk untuk orasi tentang wajah hukum yang masih deskirimanatif, nasionalisi aset dan pemerintahan Jokowi.

Sungguh, Amien Rais sudah panglima perang  yang sedang menabuh genderang perang atas ketidak adilan di negeri yang bernama Indonesia, semangat mu itu loh yang bikin kamu seperti masih berusia 17 tahun. Coba tokoh mana di usianya yang menginjak 73 tahun masih bersedia turun ke jalan untuk ikut aksi, ngisi ceramah di masjid.

Semoga semangat Amien Rais tak pernah pudar meski beragam caci maki yang menamparmu terutama saat Amien Rais disebut Jaksa penuntut KPK telah menerima uang sebesar 600 juta  dalam perkara dugaan korupsi dana alat kesehatan..

Santai saja pak Amien Rais, ada beberapa tokoh yang siap membela Anda, seperti ketua MPR Zulkifli Hasan,  yang menyebutkan  ada motif tertentu atas penyebutan nama Amien Rais. “Saya tahu persis ya. Pasti ini orderan (pesanan) lah menurut saya,” ujar Zulkifli sebagaimana dikutip dari merdeka.com

Kemudian ada ketua DPR Fahri Hamzah yang begitu lantang berkicau.  “Yang menyerang Pak Amien Rais sama dengan menyerang saya,” kicau  Fahri Hamzah dengan ditutup tagar #AkuAmienRais .

Bagaimana Amien Rais,   keren bukan? Tapi, saya rasa akan lebih keren lagi Amien Rais secara jantan menghadapi kasus yang sedang melilit Anda, tak perlu datang ke KPK, santai saja pak.   katakan pada pengadilan bahwa telah terjadi diskriminasi terhadap hukum.

Sebagaimana yang telah kamu katakan pada salah satu media online, “Law enforcement makin tak karuan. Sekarang, implementasi hukum itu super diskriminatif,” kata Amien kepada kumparan.com

Kritikan Amien Rais soal  penagak hukum yang masih super diskriminasi, Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) belum juga tersentuh oleh lembaga hukum terkait dugaan korupsi sumber RS Sumber Waras. Satu hal yang saya sepakat siapa pun itu mempunyai kesamaan atas nama hukum. Untuk itu, saya heran juga jika yang orang mengkritik tentang hukum, tapi dirisnya sendiri dirasa enggan untuk dihukum.

Dan saya yakin Amien Rais bukan orang yang seperti itu, dia orang yang begitu berani menghadapi hukum yang sedang melilitinya.  Oleh sebab tak perlu nasehat atau pembela dari ketua MPR, DPR sampai publik bahkan nasehat.

Mengutip kicauan Gunawan Mohammad yang sempat viras tersebut, bagi saya kesalahan Gunawan hanya satu, yakni mengambil foto tanpa ijin. Itu saja, soal kicauan tak ada salah.

kicauan Gunawan Muhammad kepada Amien Rais

Silakan renungkan kicau baik-baik sambil lepasakan pakaian kita, emang sulit untuk berbicara objektif, tapi setidaknya agar hukum tak dikritik habis-habisan bahwa hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas atau penegak hukum diskriminasi.

 

 

REKOMENDASI Post Penulis