Komentar Nyinyir Untuk Ahok dan Kini Amien Rais Disebut Terima Dana Alkes

Foto mantan ketua MPR Amien Rais di www.tempo.co

Basuki Tjahaja Purnama atau disapa Ahok di demo berlapis-lapis dan kini Ahok pun mendekam dua tahun di penjara atas ungkapan yang pada dasarnya bisa diungkapan oleh siapa pun. Yups, pada intinya Ahok divonis bersalah.

Belum usai, Ahok kerap mendapatkan cibiran negatif terkait RS Sumber Waras.  Ahok pun dianggap korupsi sebagai pembuktian bahwa Ahok bersalah munculah buku ‘Usut Tuntas Dugaan Korupsi Ahok’ ditulis Marwan Batubara. Buku itu dibedah dengan dihadiri Wakil Ketua Umum Gerindra Fery Juliantono, anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamis, dan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto dan tak ketinggalan Amien Rais.

Orang terakhir disebutkan ini dengan lantang mengukapkan  buku tersebut ditulis secara obyektif, tidak mengada-ada dan berdasarkan fakta.  “Ciri khas buku Marwan Batubara selalu objektif, semuanya berdasarkan fakta dan angka karena bersifat otentik dan otoritatif karena tidak mengada,” ujar Amien di Ruang Kura-kura 2, Senayan, Jakarta Selatan, seperti dikutip oleh detik.com.

Lebih lanjut Amien Rais meminta agar penegak hukum mempelajari korupsi Ahok lebih teliti dan diproses secara hukum, “Selama ini publik dibentuk media massa, kalau sosok ini (Ahok) jujur, bersih, dan tegas. Sehingga diperlakukan menjadi warga istimewa. Seharusnya semua, tapi yang satu ini istimewa,”  lanjut Amien Rais.

Ahok mungkin hanya tersenyum di balik jeruji saat mendengar pernyataan Amien Rais.  Dalam hati paling dalam Ahok mungkin akan berjuar, silakan penegak hukum untuk menyelidikinya.

Cerita tentang buku ini sempat heboh dibicarakan di berbagai media onlien dan bagi pembenci Ahok, buku tersebut sukses sebagai senjata untuk menyerang Ahok.

Namun waktu berbicara lain, kali ini giliran Amien Rais yang malah disebut-sebut menerima aliran dana dari kasus korupsi Alkes. Siapa yang tak heboh mendengarkan ungkapan jaksa penuntut KPK, Iskandar Marwanto  pada persidangan tuntutan dengan terdakwa Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Kehebohan publik terpecah ada yang menyindir dan tak jarang ada yang membelanya sampai bahkan menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung KPK. Dalam aksi tersebut, penyebutan nama Amien Rais sarat dengan kepentingan politik. “KPK sekarang sudah menjadi alat politik penguasa. Komisi Partisan Kekuasaan,” ujar salah satu orator, sebagaimana dikutip di kompas.com.

Sudah hal yang wajar jika penyakit sensitif bakal muncul, sensitif seperti api yang akan dengan cepat menyambar minyak. Untuk itu, saran saya agar lebih baik diam jika tak ingin mendapat olok-olokan sebagaimana yang menimpa budayawan Goenawan Muhammad yang menuliskan status melalui twitter.

Kicauan Goenawan Muhammad, yang meminta agar Amien Rais untuk tegak ditambahi dengan foto Amien Rais yang tertunduk. Silakan simak kicauannya untuk Amien Rais

kicauan Gunawan Muhammad kepada Amien Rais

Setelah putri serta besan mantan ketua MPR Amien Rais lalu siapa lagi yang akan menyambar cuitan yang dilakukan Goenawan Muhamad, budayawan senior.  Intinya mereka merasa tersinggung dengan kicauan yang mengarah kepada Amien Rais.

Putri Amien Rais, Hanum Rais dan besan Amien Rais,  Zulkifli Hasan  menyerang Goenawan. Serangan yang mereka lancarkan tidak tanggung-tanggung, menyebut Goenawan melakukan fitnah.

Berikut ini kicauan dari putri serta besan Amien Rais,

“Foto ini diambil oleh suami saya @rangga_alma scara candid pd ayah yg terus zikir saat saya meregang nyawa.Fitnahmu abadi.Usiamu tidak bung,” ujar Hanum.

“Bayangkan, di-capture sedemikian rupa, masak begitu? Dia senior, budayawan, kita hormati kok berlakunya aneh? Mari kita hentikan,” kata Zulkifli.

Bahkn Zulkifi sebagai ketua MPR memberikan pernyataan yang cukup pedas kepada KPK. “Saya tahu persis ini orderan, jangan begitu dong KPK kan selama ini legitimasinya kuat, jangan berbuat tidak adil,” kata dia sebagaimana dikutip dari merdeka.com .

Ya sudahlah, mungkin sudah begitu adanya jika jadi pembela. Dan bagi saya lebih suka sruput kopi ketimbang ikut-ikutan membela sampai menyebarkan seragan yang enggak-enggak, benar atau tidaknya percayakan kepada pengadilan.

REKOMENDASI Post Penulis