Adik-adik yang Akan Menempuh Pendidikan 8 jam Harap Sabar, Sabar disayang Tuhan

Anak SD di www.bintang.com

AngkringanWarta.com,- Pak Presiden Joko Widodo atau bisa dengan nama sapaan akrabnya Jokowi kerap melontarkan pernyataan tentang kondisi dunia saat ini.  Kata Presiden, dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat  hanya dalam hitungan detik dunia bisa berubah.

Presiden Jokowi pun ingin Indonesia dapat bersaing dengan negara lain. Untuk itu, ia meminta  untuk mengubah pola kerja menjadi lebih aktif dan tidak monoton, sebagaimana di ulas di detik . Ia meminta para menteri untuk bekerja cepat, bekerja efektif dan tak ada saling menyalahkan, karena itu disebut kabinet kerja.

Muhajir Effendi selaku menteri Pendidikan dan Kebudayaan , sesuai dengan namanya kabinet kerja dalam pemerintahan Jokowi, ia pun akan menyamakan waktu pendidikan sama halnya dengan jam kerja, yakni 8 jam sehari dan hari Saptu dan Minggu siswa libur.  Ungkapan tersebut disampaikan kepada kompas .

Menurut pak menteri, penambahan jam sekolah menjadi 8 jam sehari merupakan solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Selain itu, siswa maupun guru  mempunyai banyak waktu untuk ngumpul bersama keluarga keluarga.

Jika rencana pak menteri ini benar-benar diterapkan pada sistem pendidikan, kira-kira apa yang terjadi pada adik-adik yang masih senang-senangnya bermain bersama teman-teman?

Membanyangkan Belajar 8 Jam Sehari, yang normal saja sudah melelahkan

 

salah satu murid tertidur di http://www.gurusd.id

 

Membanyangkan sambil membandingkan saat saya berada di sekolah waktu jaman bahela , waktu itu yang cuma 5 jam sehari sudah sangat melelahkan, begitu lelahnya beberapa teman-teman termasuk saya tidur di kelas. Kalau yang baru benar-benar diterapkan,   8 jam  berada dalam ruangan mendengarkan ceramah guru, maka besar kemungkinan banyak siswa yang tidur dan ceramah guru hanya lalu lalang seperti kendaraan yang melintas.

 

Belum lagi alasan anak putus sekolah, ada sebagai yang pernah berkata bahwa sekolah nggak menyenangkan, malas dan lain-lain alasan selain alasan uang pendidikan. Sebab, pemerintah sendiri sudah mengeluarkan kebijakkan yang dapat membantahkan bahwa sekolah mahal.

Selanjutnya,  Angkringanwarta akan mencoba menelaah, membandingkan satu negera dengan negara lain dari hasil penelusuran di dunia maya dan tak ketinggalan adalah  pengalaman pribadi selama mengenyam pendidikan dari SD

sampai……

Pak Menteri mungkin ingin Indonesia seperti  Korea Selatan yang jam belajarnya panjang dan mengahasilkan murip pintar-pintar, namun ? 

 

pendidikan di korea selatan via http://www.gurusd.id

Tapi namanya juga kebijakkan yak kebijakkan, kita mah hanya rakyat biasa yang mau gak mau mesti ngikutin.  Sudah pasti saat hendak mengeluarkan kebijkan pastinya pak menteri sudah memikirkan masak-masak, nggak mungkin juga mencontek dari negara lain tanpa ada pertimbangan sama sekali. Positif yang didapat dari pendidikan panjang di Korea Selatan dengan tekanan yang begitu menekan membuat murid-murid di Korsel pintar-pintar,  tapi banyak yang stres dengan angka bunuh diri pelajar sangat tinggi.

Kalu pak menteri sudah nonton film India berjudul  3 Idiots yang dibintangi  Aamir Khan dan Kareena Kapoor pasti sudah ngerti bagaimana siswa-siswi dibuat stres oleh pendidikan, pada cerita itu juga ada yang bunuh diri dengan cara gantung diri.

Nah kasus bunuh diri juga dialami di Indonesia yang saat ini masih memakai sistem pendidikan gaya lama, yakni sekitar 5 jam.  Belum lama ini, seorang siswi SMP nekat gantung diri setelah dimarahi ibunya akibat nilai UN yang kurang memuaskan. Hanya untuk nilai yang bagus, nyawa tak mesti dikorbankan bukan?

Mungkin Pak Menteri nggak Malu dengan kata kerja jika mencontoh Finlandia.  Waktu Belajar di negara ini pendek dan juga tanpa tumpukan pe-er, mereka bisa jadi anak-anak tercerdas di dunia

murid yang sedang belajar di Filandia

 

Belajar lama-lama bikin pinter jadi kalau pinter mesti belajar lama, ungkapan ini nggak berlaku bagi Filandia. Lalu kenapa pak menteri enggan mencontek Filandia, mungkin pak menteri malu sama atasanya, malu dengan istilah kerja.

Berbicara Filandia jauh banget dengan di Indonesia, kalau Indonesia orang bakal berlomba-lomba mendaftarkan anak yang masih balita sedangkan kalau di Filandia baru boleh sekolah jika sudah umur 7 tahun. Pembeda lainnya adalah, waktu belajar di FIlandia  sangat slow. Proses pembelajaran hanya 5 jam sehari dengan sistem belajar 45 menit belajar 15 menit istirahat tanpa PR, penilaian tugas pun baru dilakukan sejak di kelas 4 SD.

Bicara hasil, Filandia menjadi negara  dengan sistem pendidikan terbaik dan anak-anak tercerdas di seluruh dunia. Mudah, karena di Finlandia, kualitas pelajar nggak ditentukan oleh rangking berapa kamu di kelas.

 

 

REKOMENDASI Post Penulis