Islam Nusantara, Silakan Simak Baik-baik Video Unggahan KH. Ma’ruf Amin

Angkringanwarta.com,- Sore ini, saat aku  santai sambil nikmati secangkir kopi hitam nan kental tiba-tiba terdengar penceramah melontarkan ketidaksetujuan terhada Islam Nusantara.  Baginya, Islam Nusantara malah bisa a mengarah kepada penyesatan Islam itu sendiri.

Mendengarnya, ingin rasanya bertanya kepada beliau apa yang Anda pahami tentang Islam Nusantara, apakah Anda benar-benar memahami Islam Nusantara dan sebagainya.

Saya berharap jangan sampai Anda malah mengkaburkan pemahaman Islam Nusantara itu sendiri dengan opini Anda apalagi pernyataan tersebut disampaikan langsung dihadapan umat dengan memakai toa yang jangkauan bisa bisa mencapai beberapa meter dari masjid, saya sendiri yang lumayan jauh dapat mendengar perkataan Anda.

Dalam ceramah Anda berharap agar umat Islam jangan terpecah belah, bagaimana saya atau yang lainnya yang mendengar penggalan kata Anda.  Sudahlah, sepertinya saat ini terlampau banyak orang yang menjadi hakim yang dengan  enteng  memutuskan salah atau benar. Yups, hakim jadi-jadian.

Sayang, pengajian tersebut bukan forum bagaimana mencari hakekat dari kata Islam Nusantara itu sendiri.

Rasa penasaran saya membawa kepada google, mencari tahu tentang sesungguh apa itu Islam Nusantara. Dalam embah google sendiri ditemukan pro kontra terkait Islam Nusantara itu.  Bagi para pengkritik pada dasarnya tidak memahami apa itu Islam Nusantara, hal itu disampaikan Dosen Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta Ngatawi Al-Zastrouw.

Menurutnya, sebagaimana dikutip dai NU Online,  Zastrouw  menyebut hampir dari mereka yang mengkritik Islam Nusantara tidak paham.  “Rata-rata pengkritik Islam Nusantara adalah tidak paham. Dia bikin definisi sendiri (tentang Islam Nusantara), merekonstruksi sendiri, lalu dia kritik sendiri,” ujarnya, saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Sekretariat Islam Nusantara Center (INC) Tangerang Selatan, Sabtu (7/7).

Zastrouw menyangkal tuduhan-tuduhan yang umumnya menyebut Islam Nusantara sebagai ‘mazhab baru’, anti-Arab, bid’ah, dan lain sebagainya.  Baginya, Islam Nusantara bukan lah sebuah mazhab baru dan tidak anti-Arab. “Dia (pengkritik Islam Nusantara) tidak bisa membedakan Arab dan Arabisme, Islam dan Islamisme,” jelas ketua Lesbumi NU periode 2004-2009 ini.

Penjelasan Islam Nusantara dipaparkan jua dipaparkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin juga sudah membeberkan mengenai konsep Islam Nusantara. Melalui rekaman video yang diunggah pada Februari 2016 silam, Ma’ruf Amin menyatakan bahwa Islam Nusantara merupakan Islam yang moderat.

“Cara berpikir yang tidak tekstual dan tidak liberal. Cara berpikir yang moderat juga dinamis,” jelas Ma’ruf Amin.

silakan simak baik video di bawah ini

 

 

REKOMENDASI Post Penulis