Berapa Banyak Telepon Umum di Sekitar Komplek Perumahan Kalian

telepon umum via https://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/05/0951297/Mengenang.Jasa.Telepon.Umum.

Betul-betul betapa rindunya saya dengan telepon umum. Kerinduan akan fasilitas umum milik pemerintah itu bermula ketika tak membawa handphone saat sedang pergi ke rumah teman. Jangan tanya perihal uang di dompet, karena kebetulan dompet sama sekali tak terbawa. Nasib apes kian menyelimuti ketika ban motor bocor di tengah jalan.

Pikiran pun panik sejadi-jadinya. Sembari berjalan mendorong motor, mata saya menjelajahi tiap jengkal jalan raya. Syukur-syukur ketemu uang di jalan. Mujur nasib, karena di tengah jalan saya melihat uang logam Rp200. Jumlahnya memang tak seberapa, tetapi minimal bisa menolong saya untuk menghubungi kerabat lewat telepon umum yang biasa diparkir di tiap jalan.

Uang koin dua ratus rupiah pun diambil, bergegaslah saya menc ari telepon umum sembari mendorong motor. Hingga akhirnya, tak ada satupun telepon umum yang bisa dijumpai. Lalu, saya pun tersadar, betapa rindunya saya dengan telepon umum.

***

Keberadaan telepon umum memang saat ini jarang sekali ditemukan. Padahal, dahulu keberadaannya begitu dinantikan oleh kawula muda. Siapapun yang hidup di tahun 2000 sampai 2003-an rasanya tak akan pernah melupakan jasa dari telepon umum.

Bagaimana tidak, bermodalkan uang Rp100, seseorang dapat menghubungi siapapun dalam jangka waktu sekitar satu menit. Mau keluarga, pacar, ataupun mengisengi nomor telepon yang biasa dipajang di tembok sekitar.

Hanya dengan mengetik nomor telepon yang dituju, percayalah telepon umum dapat memberikan magisnya untuk menghadirkan suara dari seseorang yang ingin dihubungi.

Catat ya, jaman dahulu belum ada handphone. Kalaupun ada, itupun masih sangat langka. Kompetitor dari telepon umum pun hanya Warung Telekom (Wartel) yang mengharuskan seseorang untuk membayar Rp2000. Jelas, dari segi keuangan, telepon umum begitu diminati oleh masyarakat.

Kini setelah produk-produk handphone merajalela, keberadaan telepon umum pun begitu sulit ditemukan. Seandainya ada, itupun hanya sekadar pajangan belaka—sudah gak berfungsi maksudnya. Gak percaya, coba saja kalian keluar, dan segeralah lihat berapa banyak telepon umum di sekitar komplek perumahan kalian.

REKOMENDASI Post Penulis