Menjadi Mahasiswa Tak Menjamin Hidupmu Sukses Seketika

Kampus UIN Jakarta

Sruput kopimu sobat Angkringan Warta. Baru-baru ini ketika mengunjungi kampus tercinta, mata saya cukup dimanjakan. Bagaimana tidak, ada wajah-wajah baru tampil di kampus saya. Mereka terlihat lebih modis dan segar, jauh dari kerutan-kerutan wajah dan kesan kumal yang biasa ditemui di sudut-sudut kampus.

Pemandangan ini terus menerus terlihat di seluruh jalan sepanjang kampus. Inginnya saya mendekati mereka, mulai menyapa dan saling bertukar kabar—siapa tahu bisa jadi teman pasangan. Tapi saya enggan mulai duluan, rasa senioritas di kampus ini seketika mulai timbul dari dalam hati.

Tahun perkuliahan sudah dimulai. Pelbagai macam mahasiswa baru ramai-ramai datang ke kampus, demi mengenyam kuliah agar bisa membahagiakan orang tua. Kehadiran mahasiswa baru seolah memberikan angin segar bagi para jajaran rektorat di kampus, namun juga berarti badai bagi mahasiswa lama macam teman-teman setongkrongan saya.

Baru-baru ini teman saya yang belum lulus mengisahkan keluh kesahnya, satu tahun lagi ia menginjak semester 14. Orang tua dirumah sudah mulai mewanti-wanti dirinya agar bisa lulus kuliah. Inginnya ia cepat lulus lalu foto wisuda secepatnya, namun apalah daya ia tak kunjung menyusun laporan skripsi. Jangan tanya ihwal masa perkuliahan, sebab masih banyak mata kuliah yang masih belum ia selesaikan.

Teman saya yang lain punya cerita berbeda. Ia sudah lulus kuliah sejak Agustus setahun silam. Ia menyesal, mengapa dirinya memutuskan untuk kuliah? Ia mengutuk keras-keras alasan mengapa ia berkuliah lima tahun silam.
Kondisinya kini tak jauh beda dengan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) pada umumnya, jadi buruh-digaji-dipecat. Kira-kira itulah siklus yang biasa dialaminya.

Inginnya teman saya, ia bisa bekerja pasca lulus SMA atau mentok-mentok bekerja sembari berkuliah. Ia mengingingkan pengalaman dan ketrampilan kerja, tapi hidupnya selalu saja disibukkan dengan pelbagai macam kuliah. Kini, kemampuannya pun tak jauh beda dengan lulusan SMA pada umumnya.

Begitulah kehidupan mahasiswa. Seringkali ketika masih duduk di bangku SMA kita selalu berharap untuk menjadi seorang mahasiswa. Inginnya kita bisa kuliah dan pakai baju seenaknya, mendapatkan label agen perubahan hingga menjadi sukses seketika. Namun nyatanya, tak semua yang enak itu bisa didapatkan ketika menjadi mahasiswa dan tak semua orang bisa berhasil ketika selesai menjadi mahasiswa.
Tahun ajaran baru sudah dibuka, mahasiswa-mahasiswa baru pun datang bermunculan. Seandainya saya diberikan kesempatan untuk berbincang dengan mereka, ingin sekali saya mengatakan, menjadi mahasiswa tak menjamin hidupmu sukses seketika.

REKOMENDASI Post Penulis